Menkes Budi: Pasien Cuci Darah di RI 200 Ribu, Tiap Tahun Nambah 60 Ribu
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkap data pasien cuci darah di Indonesia. Kata dia, pasien cuci darah terus bertambah 60 ribu setiap tahun.
Hal itu disampaikan Budi dalam rapat konsultasi bersama pimpinan DPR RI terkait kisruh BPJS Kesehatan PBI nonaktif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 9 Februari 2026.
"Karena isunya mengenai cuci darah, ini adalah jumlah pasien cuci darah di Indonesia. Totalnya ada 200 ribuan, setiap tahunnya bertambah 60 ribu yang baru. Kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120 ribuan, ini jumlahnya 200 ribuan," kata Budi.
"Dan memang pasien cuci darah ini seminggu bisa 2-3 kali harus cuci darah di rumah sakit. Kalau dia miss, itu bisa fatal dalam waktu 1-3 minggu," sambungnya.
Dia lantas mencontohkan layanan cuci darah saat bencana di Aceh. Layanan tersebut menjadi salah satu yang diprioritaskan karena tingginya risiko kematian jika terlewat.
"Jadi contohnya waktu kemarin kita becana di Aceh, ini layannya ini yang kita fokuskan untuk bisa dikuatkan kembali. Karena kalau sampai dia lewat, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, itu wafat," ungkap dia.
Selain itu, ada juga pasien kanker dan jantung yang memiliki risiko kematian tinggi jika pengobatannya terhenti.
"Ada juga misalnya penyakit jantung. Itu penyakit jantung kita sama-sama tahu harus minum obat setiap hari. Kalau itu diberhentikan, itu juga wafat," pungkas Budi.