Comeback yang Ditunggu! Slank Kembali Setelah 9 Tahun, 30 Ribu Penonton Padati Konser

Slank.
Slank.

 Hampir satu dekade tak menyapa penggemar di Malang, Slank akhirnya kembali dan langsung “meledak”. Konser bertajuk Hey Slank X HS di Lapangan Rampal, Malang, Minggu 19 April 2026, dipadati sekitar 30 ribu Slankers yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar kota.

Kerinduan panjang itu terasa sejak awal pertunjukan. Begitu naik panggung sekitar pukul 22.00 WIB, energi band yang digawangi Kaka, Ridho, Abdee, Ivanka dan Bimbim itu langsung menyatu dengan lautan penonton. Scroll untuk tahu keseruannya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita ketemu hampir 10 tahun yang lalu di Lapangan Rampal ini, tahun 2017. Kita datang ditantang HS, katanya, orang-orang pemberani datang ke Rampal!” kata Kaka Slank dari atas panggung konser, mengutip keterangannya, Senin 20 April 2026. 

Setelah itu, Slank tanpa ampun menghajar penonton dengan deretan lagu pembuka seperti “I Miss U but I Hate U”, “Gara-Gara Kamu”, hingga medley “Mars Slankers” dan “Punk Java”. Lagu “Seperti Para Koruptor” pun ikut menggelegar, disambut koor ribuan suara.

Suasana semakin terasa khas dengan kibaran bendera kupu-kupu—ikon Slank—yang memenuhi area konser. Berbagai tulisan daerah seperti Tulungagung, Tuban, hingga Banyuwangi menunjukkan betapa luasnya jangkauan loyalitas Slankers.

Sapaan hangat juga dilontarkan Kaka dengan gaya khas Malang.

“Assalamualaikum! Malang apa Kabar! Mawar Merah (lagu) buat Kera Ngalam (baca; Arek Malang)!” sapa vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu.

Di balik euforia, konser ini juga menyimpan momen haru. Bimbim Slank sempat turun dari drum set dan mengajak puluhan ribu penonton untuk berdoa bersama.

“Bulan puasa kemarin, sahabat kita Haji Suryo (owner HS) mengalami kecelakaan yang mengakibatkan istrinya Hj. Anis Syarifah meninggal dunia,” kata Bimbim.

“Saat ini, Haji Suryo dalam keadaan sakit, kita doakan cepat sembuh. Arwah istrinya diterima Yang Maha Kuasa, dilapangkan kuburnya," lanjut drummer sekaligus pendiri Slank itu.

Momen tersebut berlanjut dengan lagu “Bimbim Jangan Menangis” yang dibawakan penuh emosi. Lagu itu terasa semakin personal, mengingat Bimbim juga kehilangan sang ibunda, Iffet Veceha Sidharta, pada April 2025.

“Dari surga, Bunda selalu bilang (Bimbim Jangan Menangis)!” kata Bimbim.

Sepanjang malam, Slank membuktikan konsistensi mereka sebagai band legendaris. Penampilan energik yang ditunjukkan terasa tak jauh berbeda dengan era awal mereka di tahun 1990-an.

“Kalau Lo sukses di Malang, future akan bagus!” kata Kaka saat sesi jumpa pers sebelum konser, menegaskan pentingnya kota ini sebagai barometer musik.

Konser semakin lengkap dengan deretan lagu hits seperti “Ku Tak Bisa”, “Terlalu Manis”, “Tonk Kosong”, hingga “Orkes Sakit Hati”. Lagu “Poppies Lane Memory” juga dibawakan, yang disebut Bimbim lahir dari masa kelam band tersebut.

Selain nostalgia, Slank juga menyelipkan karya terbaru. Lagu “12 Persen” diputar di awal dengan sentuhan video klip berbasis AI, sementara “Republik Fufufafa” turut meramaikan setlist.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Malam itu ditutup dengan lagu “Kamu Harus Pulang” menjelang pukul 23.30 WIB—penutup yang terasa pas untuk malam penuh emosi dan energi.

“Alhamdulillah, Slank bisa balik ke Malang. Provokatornya adalah HS! Lapangan Rampal ini yang gede ini kurang gede untuk Jawa Timur, mari kita doakan HS agar bisa datang lagi ke Jawa Timur ke tempat yang lebih besar lagi. Malam ini, kita ngasih liat ke orang-orang, kita berani beda!” tandas Kaka Slank menutup konser.