Top 25+ Ribu Peserta Fun Walk DPD RI Hijaukan GBK, Sultan Usul Green Democracy Day di 9 November

Ribu Peserta Fun Walk DPD RI Hijaukan GBK
Ribu Peserta Fun Walk DPD RI Hijaukan GBK

 Dalam menyongsong paradigma baru, yakni Green Democracy sebagai bentuk demokrasi yang sejuk, elegan, dan berwawasan lingkungan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan B. Najamudin melepas kegiatan Green Democracy Fun Walk yang menjadi acara puncak peringatan HUT ke-21 DPD RI, di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Minggu, 9 November 2025.

Sultan dan Wakil Ketua DPD RI lainnya, Tamsil Linrung, Ratu Hemas, dan Yorrys Raweyai turut melepaskan kegiatan ini di garis start yang dilaksanakan di Pintu Timur Stadion GBK Jakarta. Berdasarkan pendaftaran, sebanyak 25.538 ribu peserta turut meramaikan acara yang baru pertama kali dilaksanakan oleh DPD RI ini.

DPD RI menegaskan komitmen lembaganya dalam mengusung Green Democracy sebagai bentuk demokrasi yang sejuk, elegan, dan berwawasan lingkungan. Demokrasi hijau merupakan simbol bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang manusia dan politik, tetapi juga tentang keberlanjutan bumi. 

“Hari ini kami tidak hanya jalan santai bersama masyarakat, tetapi juga menanam pohon damar sebagai simbol bahwa demokrasi hijau adalah demokrasi yang menyelamatkan bumi,” ujar Sultan dikutip dari keterangan resmi pada Minggu, 9 November 2025.

Pohon damar dipilih karena merupakan tanaman langka dengan nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Kegiatan ini juga sekaligus mendapat rekor MURI lembaga negara pertama yang melakukan penghijaun dengan penanaman pohon langka. 

“Kami ingin menegaskan bahwa masa depan generasi akan ditentukan oleh apa yang kita tanam hari ini,” tambah Wakil Gubernur Bengkulu 2013-2015 ini.

Lebih lanjut, Sultan menyebut bahwa konsep Green Democracy akan menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan kelembagaan DPD RI ke depan. 

“Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi,” urai Wakil Ketua DPD RI 2019-2024 ini.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyinggung soal Conference of Parties (COP) ke-30 yang akan digelar di Brasil. Ia menekankan, Indonesia akan berpartisipasi aktif membawa gagasan demoktasi hijau di forum dunia tersebut. 

“Kami ingin menyuarakan bahwa Indonesia, dengan kekayaan hutan tropis dan keberagaman etnisnya, layak memimpin gerakan global terkait perubahan iklim,” beber Ketua KNPI Bengkulu 2006-2011 ini.

Lebih lanjut, di Parlemen, Sultan mengungkapkan bahwa DPD RI telah menginisiasi penyusunan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) strategis yang berkaitan dengan isu lingkungan, termasuk RUU Pengelolaan Perubahan Iklim. 

“Dunia tidak boleh hanya memanfaatkan isu iklim untuk keuntungan ekonomi. Regulasi setingkat undang-undang harus ada untuk mengorkestrasi isu besar ini,” tegas Ketua HIPMI Bengkulu 2011-2014 ini

Empat RUU usulan DPD yang masuk dalam Prolegnas 2025, yakni RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan.

“DPD RI ingin memastikan bahwa Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan bumi. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami terhadap masa depan bangsa,” pungkas Sultan.

Acara Green Democracy Fun Walk DPD RI ini juga dihadiri beberapa menteri juga hadir, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamenpora Taufik Hidayat, Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrullah serta Duta-duta besar negara sahabat seperti Chile, Belarus dan dubes lainnya.