Top 8+ Hal yang Diam-diam Memicu Stres, Termasuk Gangguan Suara Bising

stres, suara bising, 8 Hal yang Diam-diam Memicu Stres, Termasuk Gangguan Suara Bising, 1. Suhu ruangan yang tidak nyaman, 2. Minimnya paparan sinar matahari, 3. Gangguan suara bising di sekitar, 4. Pola pernapasan yang terlalu dangkal, 5. Kebiasaan selalu "siaga" setelah jam kerja, 6. Sering multitasking, 7. Banyak mengambil keputusan, 8. Jadwal yang terlalu padat

Tenggat waktu pekerjaan dan presentasi penting sangat mudah dikenali sebagai pemicu stres harian. Namun, sebenarnya banyak pemicu kecil dari lingkungan maupun kebiasaan yang diam-diam menyebabkan kita selalu stres.

Otak memang bisa beradaptasi secara kognitif, sehingga berbagai pemicu skala rendah tersebut perlahan berhenti disadari pikiran.

Meski begitu, rangsangan ini tetap memicu respons saraf dan meninggalkan tumpukan jejak kelelahan pada tubuh. Kenali apa saja ragam pemicu stres tersembunyi ini?

Beragam pemicu stres tersembunyi

1. Suhu ruangan yang tidak nyaman

Direktur Medis Kesehatan Wanita di Jersey Shore University Medical Center, Soma Mandal, MD, mengatakan bahwa rasa tidak nyaman karena suhu yang terlalu panas atau dingin bisa memicu stres fisiologis.

"Hipotalamus terus membaca kondisi lingkungan dan memicu mekanisme kompensasi pada tubuh," tutur dia, melansir Real Simple, Rabu (10/6/2026).

Namun, hal tersebut bisa disiasati dengan memodifikasi pakaian atau menyalakan pendingin ruangan untuk menurunkan suhu.

2. Minimnya paparan sinar matahari

Bekerja di ruangan tanpa sinar matahari bisa memicu stres karena cahaya adalah pengatur utama jam biologis.

Tanpa paparan cahaya siang yang cukup produksi melatonin tertahan saat kamu seharusnya terjaga, dan otak kesulitan mengirimkan sinyal "siang hari" ke seluruh tubuh.

"Ini bermasalah karena tubuh sangat bergantung pada sinyal sirkadian untuk mengatur ritme kortisol, metabolisme energi, dan kekebalan tubuh," jelas dr. Mandal.

Untuk mengatasinya, carilah paparan sinar matahari selama 10-20 menit saat bangun tidur. Ini membantu menstabilkan ritme sirkadian, mengatur kortisol pagi hari, dan menyiapkan pelepasan melatonin nantinya.

3. Gangguan suara bising di sekitar

stres, suara bising, 8 Hal yang Diam-diam Memicu Stres, Termasuk Gangguan Suara Bising, 1. Suhu ruangan yang tidak nyaman, 2. Minimnya paparan sinar matahari, 3. Gangguan suara bising di sekitar, 4. Pola pernapasan yang terlalu dangkal, 5. Kebiasaan selalu "siaga" setelah jam kerja, 6. Sering multitasking, 7. Banyak mengambil keputusan, 8. Jadwal yang terlalu padat

Ilustrasi keberisikan.

Kardiolog Sonal Chandra, MD, menerangkan bahwa suara bising dari lalu lintas atau obrolan kantor membuat tubuh terus waspada.

"Paparan kebisingan yang terus-menerus membuat tubuh dalam kondisi rangsangan simpatik, bahkan saat tidur, sehingga memicu peradangan dan kekacauan tekanan darah," jelas dia.

Lebih lanjut, suara tak terduga juga meningkatkan respons terkejut dan merusak rasa kendali diri. Dampaknya bahkan terasa pada konsentrasi dan kinerja kognitif.

"Paparan berulang bisa menyebabkan lonjakan kortisol, mengganggu daya ingat, dan membuatmu lebih cepat lelah. Beri diri  waktu istirahat harian dengan menyendiri di lingkungan minim kebisingan," saran Chandra.

4. Pola pernapasan yang terlalu dangkal

Saat asyik menatap layar, pernapasan bisa berubah menjadi lebih pendek tanpa disadari. Jenis pernapasan seperti ini dapat meningkatkan respons fisiologis.

"Dari yang awalnya santai menjadi kondisi kewaspadaan tinggi, yang berujung pada naiknya detak jantung serta tekanan darah," ujar Chandra.

"Tarik napas tiga hingga empat detik, lalu embuskan perlahan selama enam hingga delapan detik. Cara ini ampuh memperlambat detak jantung," sambung dia.

5. Kebiasaan selalu "siaga" setelah jam kerja

Merasa harus selalu siap membalas pesan setelah jam kerja membuat saraf terus siaga. Menurut Mandal, masalahnya bukan pada satu pesan larut malam, melainkan kebiasaan yang berpola.

"Secara fisiologis, hal ini menciptakan apa yang disebut ilmuwan sebagai beban alostatik, yaitu keausan pada tubuh akibat terus-menerus dipaksa aktif," ucap dia.

Tidur dengan pikiran yang masih terikat pekerjaan, istirahat menjadi lebih ringan dan mudah terputus. Namun, ini bisa diatasi dengan menetapkan waktu khusus untuk mengirim pesan terakhir.

stres, suara bising, 8 Hal yang Diam-diam Memicu Stres, Termasuk Gangguan Suara Bising, 1. Suhu ruangan yang tidak nyaman, 2. Minimnya paparan sinar matahari, 3. Gangguan suara bising di sekitar, 4. Pola pernapasan yang terlalu dangkal, 5. Kebiasaan selalu "siaga" setelah jam kerja, 6. Sering multitasking, 7. Banyak mengambil keputusan, 8. Jadwal yang terlalu padat

Ilustrasi

6. Sering multitasking

Mengerjakan banyak hal sekaligus memang sangat menguras energi. Sebab, multitasking memaksa otak untuk mengatur ulang fokusnya, yang mana ini membutuhkan energi kognitif yang besar.

"Walaupun seseorang merasa tenang, sistem sarafnya diam-diam terus bersiap untuk pergantian tugas berikutnya. Ini membuat otak kesulitan untuk benar-benar fokus atau beristirahat lelap," terang Psikoterapis Terdaftar Prudence Leung, MA.

Leung menyarankan untuk meluangkan waktu khusus setiap hari agar bisa fokus, meskipun hanya selama 20 menit. Saat melakukannya, pastikan semua notifikasi dimatikan dan hindari berpindah-pindah tugas.

"Tujuan dari kebiasaan ini bukanlah untuk mencapai kesempurnaan, melainkan memberi waktu bagi sistem saraf agar memiliki setidaknya satu momen tenang yang bisa diprediksi untuk fokus tanpa gangguan secara rutin," ujar dia.

7. Banyak mengambil keputusan

Setiap pilihan kecil setiap hari menuntut otak menimbang banyak kemungkinan. Leung menerangkan, proses ini menggunakan fungsi eksekutif otak yang sangat menguras energi.

"Saat keputusan makin menumpuk, tubuh akan merasakannya sebagai kebocoran sumber daya kognitif yang terjadi terus-menerus," ucap dia.

"Kondisi ini membuat seseorang lebih sering merasa buntu, yaitu saat mendadak sangat kewalahan menghadapi masalah sepele karena sistem tubuhnya kehabisan tenaga," lanjut Leung.

8. Jadwal yang terlalu padat

Sering kali, manusia beraktivitas seharian penuh tanpa memberikan celah waktu untuk bernapas. Padahal, meskipun kegiatannya menyenangkan, tubuh tetap butuh jeda singkat untuk "memulihkan diri".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang