Negosiasi Putaran Pertama di Oman: Iran Tolak Tuntutan AS "Zero" Pengayaan Uranium

Menlu Iran Abbas Araghchi dan Menlu Oman Badr bin Hamad Al-Busaidi di sesi pertama negosiasi
Menlu Iran Abbas Araghchi dan Menlu Oman Badr bin Hamad Al-Busaidi di sesi pertama negosiasi

 Diplomat Iran dan Amerika Serikat memulai pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman, pada Jumat, di tengah meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Teheran serta penundaan awal dimulainya negosiasi. Pertemuan ini menjadi kontak pertama antara kedua pihak sejak AS melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan pada pukul 11.00 GMT bahwa putaran kedua diskusi antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al-Busaidi telah selesai. Setelah mengalami penundaan sekitar dua jam, pembicaraan akhirnya dimulai secara resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agenda rinci pertemuan belum diungkapkan, sementara Washington dan Teheran disebut memasuki diskusi dengan prioritas berbeda. Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner yang dilaporkan memimpin delegasi Amerika, sebelumnya menegaskan bahwa pembicaraan akan bersifat lebih komprehensif dan dapat mencakup isu program rudal balistik Iran selain masalah nuklir.

Iran Tolak Tuntutan AS Agar 'Zero' Pengayaan Uranium

Namun, media Iran mengutip sumber yang menyatakan bahwa fokus diskusi tetap terbatas pada isu nuklir. Teheran juga dilaporkan menolak prinsip nol pengayaan uranium, dengan pembicaraan lebih diarahkan pada mekanisme pengurangan konsentrasi uranium yang diperkaya di dalam negeri.

Sebagai mediator, Oman mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Al-Busaidi menggelar diskusi terpisah dengan masing-masing delegasi untuk memastikan negosiasi berlangsung dalam kondisi yang kondusif.

Langkah tersebut dilakukan di tengah laporan mengenai kemungkinan delegasi Amerika keluar dari pertemuan. Oman kemudian mengadakan putaran diskusi lanjutan dengan tim Iran sebelum kembali bertemu dengan delegasi AS.

Pembicaraan berakhir sesaat sebelum pukul 14.00 GMT. Araghchi menyebut diskusi tersebut sebagai "awal yang baik" dan menekankan pentingnya pertukaran pandangan antara kedua pihak.

Negosiasi di Bawah Bayang-bayang Tekanan Militer AS

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perundingan di Muscat berlangsung bersamaan dengan laporan mengenai pergerakan aset militer dan angkatan laut AS di kawasan. Delegasi Amerika disebut didampingi kepala Komando Pusat AS, kehadiran yang dilaporkan menimbulkan kekhawatiran di pihak Iran.

Teheran menilai langkah tersebut sebagai upaya memperkuat posisi tawar melalui demonstrasi kekuatan militer. Media Iran menggambarkan situasi ini sebagai “negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman yang kredibel”, meski pemerintah Iran menegaskan tidak akan mengubah tuntutannya akibat tekanan militer.

Halaman Selanjutnya
Kantor berita Nour Iran melaporkan bahwa pembicaraan diluncurkan dengan mandat terbatas pada isu nuklir, tetapi berbagai indikator menunjukkan adanya kombinasi jalur diplomatik dengan tekanan di lapangan.
Halaman Selanjutnya