Rapor Tiga Tim Jawa Timur di Putaran Pertama Super League
Putaran pertama kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025-2026, telah resmi merampungkan seluruh pertandingannya.
Saat ini, tim-tim terbaik Super League bersiap menyambut putaran kedua yang akan berlangsung mulai Jumat (23/1/2026).
Putaran pertama Liga Indonesia menyisakan beragam drama, terutama bagi representasi klub asal Jawa Timur.
Persaingan yang semakin ketat dan jadwal padat memaksa setiap tim untuk memutar otak dalam menjaga kedalaman skuad serta konsistensi permainan di lapangan.
Bagi Arema FC, Persik Kediri, dan Madura United, paruh pertama ini bukanlah perjalanan mudah.
Ketiganya sempat tertahan di papan bawah akibat transisi taktik dan badai cedera yang menimpa pemain pilarnya.
Memasuki akhir putaran pertama, peta persaingan mulai bergeser.
Satu tim mulai menemukan ritme kemenangannya namun dua lainnya justru harus bergelut dengan inkonsistensi yang memaksa untuk melakukan evaluasi besar-besaran, sebelum memasuki putaran kedua yang diprediksi akan jauh lebih sengit.
Berikut ini rapor performa Arema FC, Persik Kediri, dan Madura United di putaran pertama kompetisi musim ini:
Arema FC Menutup Putaran Pertama dengan Manis
Arema FC berhasil memperbaiki posisinya di klasemen sementara Super League 2025-2026 tepat sebelum jeda paruh musim.
Setelah sempat terlempar ke peringkat 12, kemenangan dramatis 2-1 atas Persik Kediri di pekan ke-17.
Membawa tim naik ke posisi 10 dengan perolehan 21 poin dari 5 kali meraih kemenangan, 6 kali seri dan 6 kali mengalami kekalahan.
Meskipun performa di awal musim sempat tidak stabil, persatuan tim di bawah tekanan menjadi kunci kebangkitannya.
“Buah dari kerja keras dan mentalitas pemain yang luar biasa. Kami menutup putaran pertama dengan manis, namun evaluasi tetap akan dilakukan untuk putaran kedua agar posisi kami terus merangkak naik,” ujar Pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Inkonsistensi Macan Putih
Sementara itu, Persik harus puas mengakhiri putaran pertama di posisi ke 13 dengan perolehan 19 poin dari 5 kali meraih kemenangan, 4 kali seri dan 8 kali mengalami kekalahan.
Kekalahan dari Arema FC di laga penutup putaran pertama menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Marcos Reina itu.
Pemain Arema FC Arkhan Fikri bersiap berduel dengan pemain Persik Kediri saat laga pekan ke-17 Super league 2025-2026 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026) sore.
Lini depan mereka sebenarnya tampil cukup produktif. Namun masalah utama yang dihadapi Persik adalah rapuhnya lini pertahanan di menit-menit akhir pertandingan, yang seringkali membuat poin penuh sirna seketika.
“Kami bermain bagus di banyak laga, tapi sepak bola adalah soal hasil akhir 90 menit. Inkonsistensi di lini belakang menjadi pekerjaan rumah terbesar saya,” kata pelatih asal Spanyol itu.
“Kami berjanji akan tampil berbeda dan lebih solid di putaran kedua nanti."
Madura United, Rapor Merah dan Fokus Berbenah
Sedangkan Madura United mencatatkan paruh musim yang berat dengan terdampar di posisi 14 klasemen sementara Super League 2025, hanya selisih beberapa poin dari zona degradasi.
Dengan total mengalami 8 kekalahan, 5 kali seri dan baru 4 kali meraih kemenangan sepanjang putaran pertama.
Kini manajemen tim fokus melakukan perombakan besar-besaran selama jeda kompetisi, termasuk pergantian pemain asing.
“Kami menyadari rapor merah di putaran pertama. Masa jeda ini akan kami gunakan untuk fokus berbenah di segala lini agar Madura United bisa segera menjauh dari zona bawah. Kami butuh semangat baru,” pungkas pelatih Madura United, Carlos Perreira.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang