Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Digelar 2–15 Februari, Ini 9 Sasaran Prioritas Polda Riau
Polda Riau menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 sebagai langkah antisipasi menjelang bulan suci Ramadhan sekaligus persiapan menghadapi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.
Operasi ini difokuskan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Riau melalui penindakan terhadap sejumlah pelanggaran yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi di Mapolda Riau, Senin (2/2/2026) dikutip dari Humas Polri.
Apel tersebut dihadiri oleh Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, jajaran pejabat utama Polda Riau, serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau, Pemerintah Provinsi Riau, dan unsur TNI.
Sebanyak 1.136 personel dikerahkan untuk mendukung operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Mengapa Operasi Keselamatan Lancang Kuning Digelar Menjelang Ramadhan?
Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menjelaskan, pelaksanaan operasi ini bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada bulan Ramadan.
Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan, khususnya kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.
"Operasi ini kita laksanakan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026," kata Hengki.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan Operasi Lancang Kuning 2025 lalu, Polda Riau mencatat sebanyak 31.244 tindakan pelanggaran lalu lintas.
Selain itu, terdapat tiga kejadian kecelakaan lalu lintas dengan satu korban meninggal dunia. Data tersebut menjadi bahan evaluasi agar angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan pada pelaksanaan operasi tahun ini.
"Kita berharap, saat melaksanakan Operasi Lancang Kuning 2026 ini akan turun dari sebelumnya," ujarnya.
Apa Saja Sasaran Prioritas Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026?
Dalam operasi kali ini, kepolisian menetapkan sembilan sasaran prioritas penindakan yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.
Wakapolda Riau menyebutkan, sasaran pertama adalah kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan standar pabrikan.
Selain knalpot brong, sasaran penindakan juga mencakup pelanggaran lain yang kerap ditemukan di lapangan. Adapun sembilan sasaran prioritas Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 meliputi:
- Kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan knalpot brong.
- Truk yang tidak sesuai pabrikan atau melakukan penambahan dimensi kendaraan di luar spesifikasi teknis.
- Kendaraan pribadi yang menggunakan sirene, rotator, dan strobo tidak sesuai peruntukannya.
- Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
- Kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan travel.
- Kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut orang.
- Kendaraan angkutan umum yang tidak laik jalan.
- Sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau berboncengan lebih dari satu orang.
- Kendaraan pengunjung tempat wisata yang parkir di bahu jalan.
Bagaimana Pola Penindakan yang Diterapkan Polda Riau?
Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 mengedepankan pendekatan berbasis teknologi.
Polda Riau memaksimalkan penggunaan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE), baik statis maupun mobile, dengan porsi penindakan mencapai 95 persen.
Selain penindakan elektronik, petugas juga tetap memberikan teguran kepada pelanggar sebagai bentuk edukasi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepatuhan secara sukarela, bukan semata-mata karena takut sanksi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang