BMKG Tetapkan 7 Kabupaten Jateng Ini Siaga Hujan Lebat Periode 21–28 Februari 2026

BMKG Tetapkan 7 Kabupaten Jateng Ini Siaga Hujan Lebat Periode 21–28 Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian III Februari 2026.

Penetapan tersebut dilakukan menyusul prakiraan akumulasi hujan yang berpotensi mencapai 300 milimeter per dasarian.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menjelaskan bahwa status siaga berarti hujan menengah hingga lebat dapat terjadi berulang dalam satu periode sepuluh hari.

“Status siaga menandakan potensi hujan menengah hingga lebat terjadi berulang dalam satu dasarian dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir maupun tanah longsor, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan,” kata dia dikutip dari Antara.

Informasi tersebut tertuang dalam peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian III Februari 2026 yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II.

Kabupaten mana saja yang berstatus siaga?

BMKG mencatat tujuh kabupaten berstatus siaga curah hujan tinggi, yaitu:

  • Brebes
  • Tegal
  • Pemalang
  • Pekalongan
  • Batang
  • Purbalingga
  • Banjarnegara.

Wilayah tersebut diperkirakan mengalami curah hujan berkisar 200 hingga 300 milimeter per dasarian.

Kondisi ini meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan aliran sungai.

Wilayah mana yang masuk kategori waspada?

Selain status siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah berstatus waspada dengan curah hujan 150–200 milimeter per dasarian.

Wilayah tersebut meliputi Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Semarang, Kendal, Demak, Kudus, dan Jepara.

“Secara umum, seluruh zona musim di wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang kejadian hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan,” katanya.

Bagaimana potensi cuaca dalam waktu dekat?

Prakiraan cuaca sepuluh harian menunjukkan potensi hujan lebat masih berlanjut pada periode 21–28 Februari.

Sebaran hujan dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer, sehingga masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca.

Selain hujan, BMKG juga memprakirakan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah. Tinggi gelombang di Samudera Hindia selatan Jateng berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter pada periode tertentu.

Sementara itu, gelombang kategori sedang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di beberapa perairan lainnya.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan berintensitas tinggi dan berlangsung lama.

“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama serta rutin memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” kata Teguh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang