Dijamin Layak Huni, Huntara di Aceh Timur Rampung dan Jembatan Mulai Dibangun
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui Managing Director Stakeholders Management, Rohan Hafas memastikan, seluruh hunian sementara alias huntara yang dibangun bagi penyintas banjir di wilayah Aceh dan Sumatera, telah memenuhi aspek kelayakan untuk ditempati.
Dia menegaskan, meskipun bersifat hunian sementara, namun pembangunan huntara ini benar-benar dilaksanakan dilakukan dengan konsep layak huni.
"Danantara Indonesia membangun huntara ini dengan konsep yang layak walaupun bersifat sementara bagi masyarakat terdampak bencana," kata Rohan dalam keterangannya, dikutip Jumat, 30 Januari 2026.
Hunian Sementara atau Huntara.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh, Safrizal ZA. Dia memastikan, penanganan bencana di Aceh Timur dan Aceh Utara telah mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).
Dia menjelaskan, sebanyak dua kabupaten ini mengalami dampak yang luas dan parah usai bencana besar menerpa akhir 2025. Dia pun kerap memaksimalkan inspeksi lapangan guna memantau kelayakan pembangunan huntara, seiring rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan konsolidasi yang terus dilakukan pihaknya.
"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan, sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya di belakang meja, namun turun langsung sebagaimana hari ini kami mendampingi Kepala BNPB selaku Wakasatgasnas" ujar Safrizal.
Dia menambahkan, huntara di Desa Pante Rambong, Aceh Timur, dilaporkan juga sudah rampung. Sementara bagi korban bencana yang enggan tinggal di hunian sementara, pihaknya sudah menyerahkan dana tunggu hunian untuk masyarakat.
"Bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah mencapai 60-70 persen," kata Safrizal.
Sementara dalam inspeksi jembatan di desa sawang yang hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan jembatan bailey sudah dimulai dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri. Jembatan ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, sekaligus menembus desa seberang yang sempat terisolir.
"Percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi kebutuhan mutlak di Desa Sawang agar segera tersambung, supaya akses terbuka termasuk mengatasi kesulitan anak-anak berangkat ke sekolah, paralel dengan akselerasi rencana teknis pembangunan jembatan permanen disebelahnya" ujarnya.
Sebagai informasi, inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara menyasar ke beberapa titik, antara lain pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur, rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur, inspeksi Jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pemberian Bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara, dan inspeksi Pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.