Pakai Airdrop untuk Turunkan Bantuan di Desa Aceh Timur, Andien: Really Guys, Ini Terpaksa

Banyak selebritas yang bahu-membahu mengumpulkan donasi untuk meringankan beban masyarakat Aceh usai banjir Sumatera yang menerjang 16 November lalu.
Salah satunya adalah Andien Aisyah, yang sudah beberapa kali diberitakan menurunkan bantuan di lokasi bencana Sumatera.
Terakhir, Andien menembus Aceh Timur, daerah yang masih terisolasi karena akses belum pulih.
Andien pun membagikan kendalanya saat menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolasi di Aceh Timur lewat unggahan di media sosialnya..
Diketahui, bersama tim KitaBisa, Andien berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menembus wilayah yang terisolasi akibat terputusnya akses darat dan air dengan menggunakan helikopter.
Diberitakan Selasa, walaupun berhasil menemukan titik koordinat desa tersebut, tetapi penyaluran bantuan sulit dilakukan.
Akhirnya memiliki airdrop
Menurut Andien, kondisi tanah di lokasi bencana masih lembek dan berlumpur, membuat helikopter tak dapat mendarat dengan aman.
“Jadi kami memutuskan untuk hovering dengan sangat rendah untuk bisa memberikan bantuan. Really guys ini nggak punya pilihan lain, huhu," tulisnya dalam unggahan Instagram story, Selasa (16/12/2025).
Untungnya, Andien dan tim KitaBisa telah mengantisipasi kondisi tersebut, dengan menyiapkan logistik dengan pengemasan khusus agar tetap aman apabila bantuan terpaksa diberikan melalui udara atau dengan teknik airdropping.
Kondisi serupa juga terjadi di kampung selanjutnya, yaitu helikopter sulit mendarat, bahkan bantuan harus diturunkan cukup jauh dari permukiman warga karena medan yang sulit.
Andien berjanji akan kembali ke Aceh, sekuat tenaga membantu para korban banjir Sumatra.
Ia berjanji untuk melanjutkan aksi penggalangan dana dan mendata kebutuhan warga terdampak dari Jakarta. Sebab menurutnya, pemulihan bencana banjir Sumatra ini bukan pekerjaan sebulan dua bulan, melainkan tahunan.
"Hang in there!" tulis Andien menutup unggahannya.
Kirim genset, warga berteriak senang
Sebelumnya diberitakan, Andien sempat mengunjungi Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan yang telah dikumpulkan melalui Kitabisa.com.
Dari sana, Andien melanjutkan perjalanannya menuju Desa Sekumur, daerah terisolir dari Aceh Tamiang yang lumpuh pascabencana.
"Mendengar kabar tentang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang masih lumpuh total pascabencana kemarin, kami memutuskan menempuh perjalanan hampir 7 jam dari Kota Medan," tulis Andien, dikutip , Minggu (14/12/2025).
Akses sungai menjadi satu-satunya cara untuk bisa menuju Desa Sekumur.
Bersama rombongan, Andien membawa bantuan, termasuk genset, agar listrik di sana bisa menyala lagi setelah lama padam.
"Selama dua minggu terakhir, desa ini hidup tanpa listrik. Aktivitas sehari-hari terhenti. Malam terasa jauh lebih panjang," tulis Andien.
"Selain membawa genset dan Starlink, kami juga menyalurkan titipan dari teman-teman semua: bahan makanan pokok, makanan siap santap, dan alas tidur," tulis Andien dalam unggahannya.
Dalam video yang dibagikan, Andien memperlihatkan wajah warga terdampak yang sangat bahagia karena akhirnya bisa mendapatkan kembali listrik setelah 13 hari hidup dalam remang-remang.
"Wajah-wajah mereka saat genset akhirnya menyala. Rasanya tak tergantikan," kata Andien.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini