Jembatan Bailey Teupin Mane Rampung, Akses Bireuen–Bener Meriah Kembali Normal

Proses pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane Aceh
Proses pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane Aceh

 Jembatan Bailey Teupin Mane yang menjadi akses jalan nasional penghubung Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, telah berhasil disambungkan. Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat tersebut, arus lalu lintas antarwilayah kembali berjalan normal.

“Alhamdulillah, jembatan bailey Teupin Mane sudah rampung dan bisa dilalui oleh kendaraan dari kedua arah,” kata Sekretaris Daerah Aceh M Nasir di Banda Aceh, Minggu (14/12/2025).

Jembatan bailey tersebut dibangun sebagai solusi darurat setelah jembatan utama di jalur itu putus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Kerusakan infrastruktur tersebut sempat menyebabkan terputusnya jalur utama menuju kawasan dataran tinggi Aceh.

Proses pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane Aceh

Nasir menyebutkan, pembangunan jembatan bailey merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh dalam merespons kondisi darurat pascabencana. Keberadaan jembatan sementara ini dinilai krusial untuk memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat.

“Pembangunan ini adalah respons cepat pemerintah Aceh untuk mengatasi terputusnya jalur utama ini,” ujarnya.

Jembatan bailey Teupin Mane juga sempat dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 6 Desember 2025, sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.

Ke depan, Pemerintah Aceh berharap jembatan darurat tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung pembukaan dan perbaikan akses jalan secara menyeluruh menuju daerah pedalaman, khususnya Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Fokus kita selanjutnya adalah mengoptimalkan pembukaan akses jalan, terutama menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ini untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga di kawasan dataran tinggi,” kata Nasir.

Menurut dia, jembatan bailey ini akan menopang beban lalu lintas sementara sambil menunggu pembangunan kembali jembatan permanen yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Nasir juga mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi truk dan kendaraan logistik, agar mematuhi batas tonase yang telah ditetapkan pada rambu-rambu di sekitar jembatan.

“Ini demi kepentingan bersama agar jembatan bailey ini dapat berfungsi optimal hingga jembatan permanen selesai dibangun,” demikian M Nasir. (Sumber ANTARA)