Internet 100 Mbps bakal Masuk Gang-gang Sempit, Pemerintah Siapkan Skema Baru
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berkomitmen untuk memperluas layanan internet cepat dan berkualitas dengan harga terjangkau.
Ia menargetkan 10,8 juta jiwa rumah tangga bisa menikmati layanan tersebut pada 2030.
Meutya Hafid mengatakan layanan internet murah menggunakan teknologi Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) pada pita frekuensi radio 1,4 GHz saat ini siap beroperasi secara bertahap.
"Untuk internet murah yang berkualitas dengan 1,4 GHz untuk tahun ini proses persiapan, dan saat ini sudah siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah dalam empat tahun lagi," katanya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Sedangkan untuk tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan sebanyak 1,99 juta rumah tangga akan menerima manfaat layanan internet murah.
Menkomdigi Meutya Hafid juga memaparkan layanan jaringan 4G sudah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk. Sementara layanan jaringan 5G telah menjangkau 6,33 persen luas pemukiman di Indonesia.
Ia pun menargetkan jangkauan jaringan 5G diperluas hingga mencakup 8,5 persen luas pemukiman. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggelar lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun ini.
Seperti diketahui, Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Guna menyediakan layanan akses internet fixed broadband dengan kecepatan 100 Mbps, Kemkomdigi mengalokasikan spektrum baru dan skema jaringan terbuka yang mendorong keterlibatan banyak pihak dan memungkinkan penyediaan layanan dengan harga terjangkau.
Pemerintah mengupayakan penggunaan teknologi nirkabel untuk menyediakan layanan akses internet di rumah-rumah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik seperti area permukiman padat di gang-gang sempit.