Internet 100 Mbps cuma Rp100 Ribu: ZTE dan Surge Luncurkan Internet Rakyat Pakai 5G

ZTE
ZTE

Kolaborasi ini diumumkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol, pada 2 Maret 2026, sebagai upaya memperluas konektivitas digital yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerja sama tersebut menjadi proyek 5G FWA 1,4GHz pertama antara ZTE dan Surge sekaligus tonggak penting dalam mempercepat akses fixed broadband serta menjembatani kesenjangan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.

Pengumuman ini menyusul hasil lelang frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) 2025 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Dalam lelang tersebut, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha Surge, memenangkan lisensi untuk Region-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua. Wilayah tersebut merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi Indonesia.

Pulau Jawa menampung sekitar 56 persen populasi nasional, dengan infrastruktur yang relatif matang serta permintaan layanan fixed broadband yang tinggi. Kondisi ini menciptakan efisiensi dalam pemanfaatan spektrum dan percepatan penggelaran jaringan.

Kemitraan ini juga mengikuti keberhasilan Surge menyelesaikan Uji Laik Operasi (ULO) untuk layanan IRA – Internet Rakyat, yang menandai kesiapan regulasi dan operasional.

Dengan pencapaian tersebut, Surge menjadi operator pertama di dunia yang meluncurkan layanan fixed broadband komersial menggunakan spektrum 5G FWA 1,4GHz.

Layanan IRA – Internet Rakyat resmi diluncurkan pada 19 Februari 2026 dengan menawarkan internet berkecepatan hingga 100 Mbps. Layanan ini dibanderol Rp100 ribu (sekitar US$6) per bulan, dengan kuota unlimited serta gratis sewa modem.

Sebagai mitra teknologi utama, ZTE menyediakan solusi end-to-end FWA, termasuk infrastruktur Radio Access Network (RAN), perangkat Customer Premises Equipment (CPE), serta layanan implementasi teknis. Model penggelaran turnkey ini memungkinkan komersialisasi lebih cepat dengan tetap menjaga keandalan jaringan dan performa layanan.

Keunggulan utama proyek ini terletak pada integrasi jaringan backbone fiber optik milik Surge yang membentang di sepanjang jalur kereta api Pulau Jawa.

Kombinasi akses nirkabel 1,4GHz dan backbone fiber-nya mampu menurunkan biaya investasi per pelanggan, meningkatkan efisiensi distribusi bandwidth, serta mempercepat time-to-market.

Sinergi ini memungkinkan ekspansi layanan internet berkecepatan tinggi secara efisien di wilayah perkotaan dan suburban di Jawa, sekaligus mendukung perluasan konektivitas ke Maluku dan Papua.

Spektrum 1,4GHz dinilai strategis untuk pengembangan FWA karena berada di pita mid-band, yang menawarkan keseimbangan optimal antara cakupan dan kapasitas.

Selain menjangkau area lebih luas, frekuensi ini juga memiliki penetrasi sinyal indoor yang lebih baik dibandingkan pita frekuensi yang lebih tinggi.

Pendekatan last-mile nirkabel ini juga dinilai mampu mempercepat pembangunan jaringan dan menekan biaya infrastruktur dibandingkan pembangunan fiber di wilayah yang belum terlayani atau memiliki tantangan geografis.

Uji performa jaringan menunjukkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, sejalan dengan target pemerintah dalam memperluas akses broadband dan memperkuat konektivitas digital nasional.

“Kemitraan ini menunjukkan bagaimana teknologi nirkabel generasi terbaru dapat menjadi solusi praktis dan efisien biaya untuk memperluas akses fixed broadband secara masif, khususnya di Indonesia,” ungkap Direktur Utama ZTE Indonesia, Richard Liang, Jumat, 6 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk sekaligus Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong, menyampaikan jika kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat konektivitas nasional sekaligus mendukung agenda transformasi digital pemerintah.

“Kami merancang IRA - Internet Rakyat sebagai layanan yang inklusif, andal, dan terjangkau. Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Dengan teknologi dan keahlian ZTE, kami yakin dapat menghadirkan akses internet berkualitas tinggi kepada lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia,” jelasnya.