Setiap 7 Detik Seorang Perempuan atau Bayi Kehilangan Nyawa Saat atau Sesudah Melahirkan
Saat ini, kesehatan perempuan masih menjadi isu mendesak di seluruh dunia. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), setiap tujuh detik seorang perempuan atau bayi kehilangan nyawa saat atau setelah melahirkan.
Sementara itu, sekitar 500 juta perempuan dan anak perempuan di dunia masih menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi dan fasilitas yang memadai untuk mengelola kesehatan menstruasi mereka. Forum Ekonomi Dunia menegaskan bahwa investasi pada kesehatan perempuan memberikan manfaat besar bagi kesehatan seluruh Masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap perempuan dan anak perempuan dapat tumbuh sehat dan berdaya. Inisiatif ini berangkat dari realitas yang dihadapi anak perempuan dan ibu muda di Indonesia.
Satu dari empat anak perempuan mengalami menstruasi pertama tanpa pengetahuan sebelumnya, sebuah tantangan yang semakin berat karena minimnya fasilitas sanitasi yang responsif terhadap kebutuhan gender. Remaja perempuan lebih sering mengalami depresi dan cemas dibandingkan remaja laki-laki, dengan 35 persen menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan mental.
Kehamilan dini dan kematian bayi juga masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2024, sebanyak 18 dari setiap 1.000 anak perempuan berusia 15 hingga 19 tahun tercatat telah melahirkan. Menyusul dengan kondisi ini, Kimberly-Clark Sofetex Indonesia mengaloksikan dana senilai Rp 74 miliar untuk menjalankan program kemanusiaan strategis di Indonesia. Pendanaan program ini akan fokus pada komunitas yang paling membutuhkan di Indonesia.
Beberapa kegiatan utama mencakup edukasi kesehatan menstruasi dan penghapusan stigma bagi remaja perempuan, memperluas akses sanitasi yang aman, menyediakan layanan lengkap bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, memberikan dukungan kesehatan mental bagi para ibu, serta memperkuat sistem kesehatan untuk meningkatkan layanan bagi kelompok paling rentan.
ilustrasi edukasi mengenai reproduksi wanita
“Bersama Kimberly-Clark Foundation, HOPE, dan UNICEF, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi keluarga dan komunitas di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Tangerang, Bandung, Sidoarjo, Banyuwangi, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, Febrina Herlambang, dalam keterangannya.
Melalui kolaborasi ini jutaan perempuan dan anak perempuan di Indonesia akan mendapatkan akses layanan kesehatan menstruasi dan kesehatan ibu yang lebih luas. Program ini memprioritaskan edukasi kebersihan menstruasi, perawatan bersalin yang bermartabat, dan dukungan kesehatan mental. Dengan pendekatan siklus kehidupan, inisiatif ini memberdayakan perempuan sejak masa remaja hingga kehamilan dan awal menjadi ibu melalui edukasi dan perawatan yang penuh kepedulian di Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
“Kemitraan kami ini hadir untuk mendukung perempuan di setiap tahap kehidupan mereka. Pada tahap terbaru ini, kami memperluas dampaknya melalui pendekatan menyeluruh yang menjangkau anak perempuan dan ibu muda mulai dari menstruasi pertama, masa kehamilan, proses persalinan, hingga fase setelahnya. Kami telah berinvestasi bersama dalam edukasi, kesehatan mental, penguatan kapasitas, dan advokasi demi mendorong perubahan sistemik yang berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Project HOPE, afiliasi Project HOPE di Indonesia, Heny Prabaningrum Akhmad.