Segini Jumlah Harta Orang yang Dianggap Kelas Menengah hingga Kaya, Anda Masuk Kategori Mana?
Ukuran “kaya” dan “miskin” sering kali terasa relatif, tergantung sudut pandang dan lingkungan tempat seseorang hidup. Namun di Amerika Serikat, status ekonomi tidak hanya ditentukan oleh gaji bulanan, melainkan oleh satu indikator utama yang jadi acuan banyak lembaga keuangan, yakni kekayaan bersih atau et worth.
Angka inilah yang kerap menjadi penentu kualitas hidup, terutama ketika seseorang memasuki masa pensiun. Kekayaan bersih dihitung dari total aset dikurangi seluruh kewajiban atau utang.
Aset bisa berupa rumah, tabungan, investasi, hingga dana pensiun, sementara kewajiban mencakup kredit rumah, kartu kredit, dan pinjaman lainnya. Berdasarkan data terbaru Federal Reserve Board melalui Survey of Consumer Finances, para ahli keuangan memetakan batas kekayaan yang membedakan kelompok miskin, kelas menengah, hingga orang kaya di Amerika. Berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dirangkum dari Yahoo Finance, Selasa, 27 Januari 2026.
Standar Kekayaan: Miskin, Kelas Menengah, hingga Kaya
Ilustrasi Orang Kaya
Pakar keuangan dan penulis Geoff Schmidt menilai tingkat kesejahteraan pensiunan di AS menggunakan data resmi Federal Reserve. Hasilnya menunjukkan jurang kekayaan yang sangat lebar antar kelompok masyarakat.
Kategori miskin berada di 20 persen terbawah distribusi kekayaan. Menurut Federal Reserve Bank of Richmond, kelompok ini memiliki kekayaan bersih sekitar US$20.856 atau setara Rp348,3 juta. Rumah tangga dalam kategori ini umumnya tidak memiliki rumah dan sebagian besar pendapatannya habis untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Sementara itu, kelas menengah berada di sekitar persentil ke-50 atau titik median. Kekayaan bersih median untuk seluruh orang dewasa di AS berada di kisaran US$193.000 atau sekitar Rp3,22 miliar. Kelompok ini biasanya memiliki rumah dengan cicilan, tabungan, serta dana pensiun seperti 401(k), meski tetap rentan terhadap gejolak ekonomi.
Kemudian, untuk masuk kategori mapan atau wealthy, seseorang umumnya harus berada di 10 persen teratas distribusi kekayaan. Ambang batas persentil ke-90 berada di sekitar US$1,6 juta atau setara Rp26,72 miliar. Pada level ini, individu memiliki keleluasaan belanja, mulai dari liburan, donasi amal, hingga dana pendidikan anak.
Kelompok yang benar-benar kaya berada di level lebih tinggi. Persentil ke-95, dengan kekayaan bersih sekitar US$3,8 juta atau Rp63,46 miliar, memungkinkan perencanaan warisan dan kepemilikan lebih dari satu properti. Sementara 1 persen teratas populasi Amerika menguasai kekayaan US$11,6 juta atau sekitar Rp193,72 miliar ke atas, menempatkan mereka dalam kelas superkaya dengan kebebasan finansial yang sangat luas.
Data Federal Reserve juga menunjukkan bahwa kekayaan bersih sangat dipengaruhi oleh usia, dengan puncaknya terjadi menjelang dan awal masa pensiun.
Kelompok usia 55–64 tahun berada di fase akumulasi kekayaan tertinggi, dengan rata-rata kekayaan bersih di atas US$1,5 juta atau sekitar Rp25,05 miliar. Usia 65–74 tahun bahkan mencatat rata-rata sedikit lebih tinggi, yakni sekitar US$1,78 juta atau Rp29,73 miliar, sebelum penarikan dana pensiun mulai intensif.
Kemudian, usia 75 tahun ke atas umumnya mengalami penurunan kekayaan, dengan rata-rata sekitar US$1,62 juta atau Rp27,05 miliar, seiring penggunaan aset untuk biaya hidup.
Menariknya, persepsi masyarakat tidak selalu sejalan dengan data statistik. Berdasarkan Schwab’s 2024 Modern Wealth Survey, warga Amerika menganggap seseorang baru bisa disebut kaya jika memiliki kekayaan bersih sekitar US$2,5 juta atau setara Rp41,75 miliar.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa untuk masuk 1 persen teratas rumah tangga AS, kekayaan bersih biasanya harus melampaui US$11 juta atau lebih dari Rp183,7 miliar.
Meski angka kekayaan terlihat besar, realitasnya tidak selalu ideal. Semakin banyak warga Amerika memasuki masa pensiun dengan beban utang. Data historis menunjukkan proporsi rumah tangga berusia 65 tahun ke atas yang masih memiliki utang meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir, terutama dalam bentuk kredit rumah.
Tren ini mengindikasikan bahwa kesehatan finansial saat pensiun tidak hanya ditentukan oleh aset, tetapi juga oleh manajemen utang. Perbedaan kekayaan bersih di Amerika Serikat menunjukkan betapa krusialnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Kepemilikan rumah, konsistensi menabung, investasi, serta pengendalian utang menjadi faktor pembeda utama antara mereka yang menikmati masa tua dengan aman dan mereka yang tetap berada dalam tekanan ekonomi.