Tragedi Galian di Antapani Bandung, Niat Cari Harta Karun, Dua Orang Tewas Tertimpa Tembok

Peristiwa tragis menimpa dua orang warga Kota Bandung, Jawa Barat. M Nizar (25) dan Rika Yuliana (40) ditemukan tewas setelah tertimbun reruntuhan material bangunan saat berada di dalam lubang galian di kawasan Antapani Kulon, Rabu (4/2/2026) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB ini diduga berkaitan dengan aktivitas ritual mencari harta karun.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait adanya unsur pidana dalam peristiwa maut tersebut.
Kronologi Kejadian dan Dugaan Ritual
Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, mengonfirmasi bahwa kedua korban tengah melakukan pengecekan di sebuah lubang galian yang direncanakan untuk kolam renang namun juga digunakan sebagai lokasi ritual.
Berdasarkan keterangan awal, kedua korban mendapatkan arahan dari seorang wanita berinisial F untuk menggali tanah di dekat lokasi bekas penggilingan padi karena dipercaya terdapat harta karun.
"Kata si F, di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam (galian) dua korban kepleset dan tertimpa tanah," ujar Yusuf kepada awak media, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini diketahui sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir.
Pada malam kejadian, kedua korban turun ke dasar galian sedalam 2 meter untuk melakukan pengecekan, namun struktur bangunan di atasnya justru runtuh.
Penyebab Runtuhnya Bangunan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan ini adalah kegagalan struktur pada lantai bangunan di sisi galian.
Tembok beton bekas dudukan mesin huller padi dengan volume 1,125 meter kubik dan berat mencapai 1,125 kilogram ambruk seketika.
Hal ini dipicu oleh kondisi pondasi yang tidak stabil akibat penggalian tanah di bawahnya.
"Tembok runtuh seketika karena kondisi pondasi yang tidak stabil setelah tanah di bawahnya digali," jelas Soni.
Selain Nizar dan Rika, seorang wanita berinisial FH sebenarnya berada di lokasi yang sama. Meski sempat terkena material lantai yang roboh, FH berhasil menyelamatkan diri.
Proses Evakuasi yang Dramatis
Tim penyelamat dari Diskar PB Kota Bandung tiba di lokasi pada pukul 19.45 WIB dan langsung melakukan upaya evakuasi korban tertimbun. Proses ini berlangsung cukup lama karena petugas harus berhati-hati memotong material beton yang menjepit tubuh korban.
Berikut adalah linimasa proses evakuasi:
- 20.00 WIB: Petugas mulai mengangkat beton yang tidak stabil.
- 22.20 WIB: Petugas memotong beton menggunakan rotary saw.
- 23.00 WIB: Penggunaan jack hammer untuk menghancurkan bagian bawah beton.
- 01.25 WIB: Jasad korban perempuan (Rika Yuliana) berhasil dievakuasi.
- 01.45 WIB: Jasad korban laki-laki (M Nizar) berhasil ditarik setelah terbebas dari jepitan material.
"Jasad korban laki-laki ini diikat dan ditarik secara perlahan sampai bagian tubuh terlepas dari jepitan," ungkap Soni.
Pasca-evakuasi, polisi bergerak cepat dengan memeriksa saksi-saksi, termasuk wanita berinisial F yang diduga membimbing para korban untuk melakukan ritual tersebut.
Hingga saat ini, area kejadian di Antapani Bandung telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan (terkait tindak pidana)," pungkas Kompol Yusuf Tojiri.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dua Warga Bandung Tertimbun Reruntuhan di Antapani Kulon, Sempat Lakukan Ritual demi Harta Karun
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang