CEO Dodge: Jika Charger V8 Baru Terwujud, Harus Hellcat

Dodge bisa saja berada di ambang peluncuran Charger bermesin V8. Setidaknya, itu harapan kami. Jika dan ketika benar-benar hadir, kemungkinan bukan dengan Hemi 5,7 liter standar. Sebaliknya, ia bisa kembali secara spesifik dengan mesin Hellcat.
Menurut CEO Tim Kuniskis, itulah satu-satunya cara kembalinya V8 yang “masuk akal” untuk Charger. Bos merek-merek Stellantis di Amerika Serikat itu mengatakan kepada Motor Trend di Detroit Auto Show:
'Kalau Anda memasang V8 ke mobil ini, kemungkinan Anda akan memilih Hellcat ketimbang 5,7.'
Dodge Charger Sixpack
Meski begitu, kembalinya V8 pada Charger masih jauh dari pasti. Dalam wawancara yang sama, Kuniskis mengaku khawatir mereka justru akan membebani diler dengan terlalu banyak varian dan opsi powertrain, sehingga banyaknya pilihan bisa memaksa diler memilih-milih mana yang akan mereka jual.
Stellantis sudah beberapa bulan memberi sinyal soal Charger V8 baru. Pada Agustus, CEO Dodge Matt McAlear mengatakan, “Jangan kaget kalau [V8] itu bisa dipasang.” Pada Oktober, pabrikan mengumumkan investasi US$13 miliar untuk manufaktur domestik, termasuk pembaruan powertrain.
Charger terbaru saat ini mengandalkan mesin enam silinder segaris 3,0 liter twin-turbo. Tenaganya 313 kW atau 410 kW, tergantung setelan. Sementara itu, Hemi V8 5,7 liter pada Charger generasi sebelumnya menghasilkan 276 kW. Hemi milik Ram, yang merupakan mild hybrid, menghasilkan 295 kW.
Pendapat Motor1: Sebesar apa pun kami ingin melihat beragam pilihan V8 kembali hadir di Charger baru, Stellantis sudah menanam investasi miliaran dolar pada powertrain Hurricane, dan kecil kemungkinan itu akan ditinggalkan. Hellcat bertenaga besar dengan banderol tinggi adalah opsi yang paling masuk akal secara finansial jika merek ini memang harus mengembangkan ulang V8 untuk platform baru Charger.