Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Dicky Usung Ekonomi Digital Dukung Pertumbuhan Ekonomi RI

Calon Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono
Calon Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono

Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono, mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI, sebagai salah satu syarat untuk menjadi Deputi Gubernur BI.

Dalam pemaparannya, Dicky mengusung visi kekuatan ekonomi digital melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami di Bank Indonesia mempunyai bauran kebijakan, yakni moneter dan makroprudensial ini tentunya berkaitan stabilitas. Namun, kalau kebijakan sistem pembayaran ini, kemampuan untuk mendorong growth ini besar," kata Dicky dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Dicky Kartikoyono, calon deputi gubernur BI

Dia pun menawarkan tiga misi, salah satunya melalui penguatan infrastruktur dalam sistem pembayaran yang akan mendukung ekonomi keuangan digital, dengan membangun ekonomi nasional yang berdaya tahan dan efisien.

Misi kedua, mengembangkan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terpercaya dan inovatif. Serta misi ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berdaulat.

Dicky mengibaratkan kekuatan data digital seperti “minyak dan emas baru” yang harus terus dioptimalkan. Namun, ia mengingatkan terdapat tantangan yang tak kunjung selesai yakni ketersediaan talenta digital yang memadai.

Apabila Indonesia memiliki pusat inovasi digital dan para talenta dibekali dengan kemampuan-kemampuan terkini, Dicky memandang bahwa tantangan digitalisasi dapat terjawab. Hal ini selanjutnya dapat dihubungkan pada keterbukaan penciptaan lapangan kerja.

“Job creation, digital talent pool, dan innovation hub menjawab kebutuhan industri,” ujar Dicky.

Selain itu, Dicky juga menawarkan konsep penguatan digitalisasi pada pemerintah daerah yang diharapkan dapat membantu untuk mengoptimalkan baik dari sisi pendapatan atau penerimaan maupun pengeluaran.

Pada akhirnya, ia meyakini bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia tidak hanya mengandalkan teknologi itu sendiri, melainkan juga tata kelola yang kuat, kolaborasi berkelanjutan, serta ketersediaan talenta digital.

“Kami yakini dengan visi-misi ini, ditambah upaya kita bersama dengan sinergi dan kolaborasi, pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029-2030 adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Dicky Kartikoyono menjadi kandidat kedua yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI, untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Uji kelayakan dilanjutkan pada Senin (26/1) langsung dilanjutkan oleh kandidat ketiga yakni Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Sebelumnya pada Jumat (23/1), Solikin M. Juhro sebagai kandidat pertama telah mengikuti uji kelayakan. Solikin saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Komisi XI DPR RI rencananya akan mengadakan rapat internal pada Senin (26/1) untuk pengambilan keputusan atas deputi gubernur BI terpilih secara musyawarah mufakat. Kemudian, Komisi XI akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan DPR RI untuk diberikan persetujuan dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1).