Jadi Jalur Pelayaran Strategis, KEK Tanjung Sauh Diyakini Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) kunjungan ke BP Batam
Dewan Pertahanan Nasional (DPN) kunjungan ke BP Batam

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau, guna menggelar pertemuan dengan BP Batam dalam upaya memastikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bisa tercapai secara optimal.

Tenaga Ahli Madya DPN, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ashari Alamsyah mengatakan, kunjungan yang dilakukan rombongannya juga menyambangi sejumlah titik seperti PT Taman Resor Internet, Nongsa Park & Kantor Landing Point Indosat Batam terkait Kabel FO.

Kemudian, kunjungan juga dilakukan ke PLTGU Tanjung Ucang, PLN Unit Distribusi III Tanjung Pinang, Kawasan Industri Bintan Inti, Tanjung Uban, KEK Galang Batang Bintan, dan KEK Tanjung Sauh, Batam.

"Semua spot tersebut sangat berdampak pada peningkatan perekonomian negara," kata Ashari dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Dia menjelaskan, hal-hal yang dibahas dalam pertemuan dengan BP Batam adalah pengenalan tugas dan wewenang DPN sebagai lembaga non-struktural, yang diketuai langsung oleh Presiden RI. Dimana, DPN memiliki tugas menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa.

"Kunker diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi khususnya oleh pemda-pemda dalam upaya peningkatan pendapatan negara dari sektor perekonomian," ujarnya.

BP Batam menurutnya sangat optimis akan mencapai pertumbuhan perekonomian yang cukup baik. Dia juga menegaskan bahwa BP Batam akan mendukung segala upaya, untuk membantu para pelaku usaha yang membantu peningkatan pendapatan negara.

Selain itu, menurutnya pembangunan KEK Tanjung Sauh sangat tergantung dari komitmen Pemerintah Kota Batam, sebagai Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBP). Hal ini untuk mendukung segala upaya peningkatan nilai pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen secara umum dan khusus di Batam.

"Fungsi kita mengumpulkan data untuk diidentifikasi apa permasalahannya. Jadi kita serahkan kepada BP Batam. Jika ada masalah, maka kita komunikasi dan orkestrasi untuk cari jalan keluarnya bersama di tingkat pusat," ujarnya.

Sementara itu, pengusaha Batam, Johannes Kennedy mengatakan, kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh, sebagai bagian dari proyek ekonomi, merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi. 

"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujar Kennedy.

Dia menambahkan, keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh tidak hanya terletak pada lokasi, tetapi juga pada kesiapan kawasan dan kepastian regulasi.

“Kunjungan DPN ini memberikan kepercayaan besar bagi investor bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset strategis negara yang dikawal langsung dari sisi kebijakan, keamanan, dan kepastian investasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola kawasan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan investasi di jalur Selat Malaka,” ujarnya.