BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 2025

Ilustrasi Belanja
Ilustrasi Belanja

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan, konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2025, yang mencapai 5,11 persen secara year-on-year (yoy).

Dia menjelaskan, apa dilihat dari sisi pengeluaran, kontribusi kedua komponen itu secara akumulatif mencapai 82,65 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Utamanya didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan," kata Amalia dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ilustrasi belanja barang branded

Dia merinci, konsumsi rumah tangga tercatat sebagai sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi mencapai 2,62 persen, yang tercatat tumbuh 4,98 persen secara tahunan.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel yang mencapai 6,38 persen, ditopang peningkatan kegiatan wisata selama masa liburan akhir tahun.

Kemudian, Amalia menyampaikan bahwa PMTB yang tumbuh 5,09 persen di 2025, tercatat sebagai kontributor kedua terbesar yang berkontribusi hingga 1,58 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dimana, pertumbuhan tertinggi terjadi pada subkomponen mesin dan perlengkapan yang naik 17,99 persen. Hal itu didorong oleh peningkatan impor barang modal jenis mesin serta meningkatnya produksi industri mesin dalam negeri.

Selain itu, net ekspor tercatat berkontribusi sebesar 0,74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan tumbuh 7,03 persen di sepanjang 2025 akibat didorong oleh peningkatan nilai ekspor barang non-migas serta ekspor jasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amalia menjelaskan, sejumlah komoditas non-migas yang mencatat kenaikan nilai dan volume ekspor antara lain yakni lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.

"Berdasarkan distribusinya ke total PDB, menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar yakni 53,88 persen dari total PDB. Sementara PMTB menyumbang 28,77 persen terhadap total PDB, sedangkan ekspor berkontribusi sebesar 22,85 persen," ujarnya.