Thomas Djiwandono Pede Jadi Deputi Gubernur BI Meski Tanpa Kapabilitas Moneter

Thomas Djiwandono menunjukkan surat pengunduran diri dari Gerindra
Thomas Djiwandono menunjukkan surat pengunduran diri dari Gerindra

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono mengaku, dirinya memang tidak memiliki pengalaman di sektor moneter sebagai modal untuk menduduki posisi barunya tersebut.

Namun, Dia memastikan bahwa dengan bekal sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024, dirinya akan mampu mengemban tugas sebagai Deputi Gubernur BI.

"Memang kalau dilihat dari rekam jejak harus dari orang moneter, saya enggak ada. Cuma rekam jejak saya selama 1,5 tahun di Kemenkeu silakan dilihat," kata Thomas di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Januari 2026.

Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono

Berbekal pengalaman di bidang fiskal dari 1,5 tahun jabatannya sebagai Wamenkeu itu, Thomas mengaku yakin bisa melengkapi formasi Deputi Gubernur BI bersama kolega lainnya di jabatan tersebut. Dia bahkan mengaku optimis bisa segera menyesuaikan diri dengan tugas dan amanat, yang bakal diembannya di jabatan baru di bank sentral.

"Saya tidak bisa pungkiri bahwa saya tidak punya pengalaman moneter. Tapi saya memiliki beberapa kapabilitas lain, yang bisa melengkapi. Saya masuk dengan pengalaman saya yang cukup dalam di fiskal selama 1,5 tahun (sebagai Wamenkeu)," ujarnya.

"Jadi ini hal-hal yang menurut saya bisa saya bawa (untuk) bisa melengkapi (formasi Deputi Gubernur BI)," kata Thomas.

Meski tanpa pengalaman di bidang moneter, Thomas meyakini bahwa hal itu bukan suatu kekurangan. Dia menegaskan bahwa dirinya tak akan maju sebagai Deputi Gubernur BI, apabila tidak merasa yakin mampu mengemban tugas di bank sentral.

Terkait alasannya yang setuju untuk dimajukan sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas mengaku bahwa ini adalah kesempatannya untuk mengabdi di instansi selain Kementerian Keuangan.

"Saya merasa mungkin ini kesempatan dimana saya bisa mengabdi di tempat lain. Tetap urusannya ekonomi, yang tadinya fiskal, kita sekarang bicara moneter," kata Thomas.

"Bukan saya kepingin, tapi karena ada kesempatan yang terbuka. Sekali lagi, ini pengabdian. Sama seperti pengabdian di Kemenkeu. Siapa pun yang akan masuk sebagai pejabat pemerintah, saya rasa punya sudut pandang tersebut," ujarnya.