Profil SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sekolah Favorit dengan Antrean Murid hingga 2033
Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Sapen di Yogyakarta baru-baru ini ramai menyedot perhatian publik.
Salah satunya lantaran membeludaknya antrean para orangtua yang mendaftarkan anaknya ke salah satu SD swasta favorit di Yogyakarta tersebut.
Bahkan, kuota antrean SD Muhammadiyah Sapen diketahui sudah full hingga 2033 mendatang.
Para calon murid atau peserta didik diketahui sudah inden jauh-jauh hari, bahkan para orangtua sudah menitipkan berkas pendaftaran anaknya sejak masih balita.
Berikut sekilas soal SD Muhammadiyah Sapen:
Profil SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta
SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
SD Muhammadiyah Sapen terletak di Jalan Bimo Kurdo No. 33, Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Dikutip dari website-nya, SD Muhammadiyah Sapen ini didirikan pada 1976.
Tujuan pendirian SD Muhammadiyah Sapen ini yakni untuk memberikan pendidikan dasar yang berkualitas bagi anak-anak di sekitar wilayah Sapen.
Sejak awal berdiri, SD Muhammadiyah Sapen ini fokus pada pengembangan karakter dan akademik siswa, dengan menekankan pentingnya pendidikan yang holistik.
Visi, misi, dan tujuan SD Muhammadiyah Sapen
Visi
- Terbentuknya pribadi muslik yang unggul, berakhlak mulia, berbudaya, berwawasan global, dan berkemajuan
Misi
- Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga potensi peserta didik dapat berkembang
- Mengembangkan pembelajaran berbasis IT dan ketrampilan Bahasa asing
- Memberikan kesempatan bagi perkembangan kognitif, psikomotor dan kepada pembentukan manusia pemecah masalah.
- Mengembangkan budaya disiplin dan etos kerja yang tinggi.
- Menyelenggarakan pendidikan lingkungan di sekolah yang dapat menumbuhkan dan meningkatkan kualitas siswa yang religius.
- Membangkitkan semangat berprestasi di seluruh warga sekolah.
- Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tujuan sekolah
- Menginventarisasi dan menilai sumber daya yang ada di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Menetapkan program pelatihan tentang prestasi siswa.
- Melibatkan komite sekolah untuk mendapatkan masukan dan dukungan bagi pelaksanaan program sekolah.
- Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak/instansi terkait dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
- Mengembangkan bidang garapan kejuruan, seperti kemampuan bahasa Inggris, olah raga dan tata kelola TI.
- Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya lingkungan.
Sekolah berprestasi
SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
Berdasarkan data SIMT (Sistem Informasi Manajemen Talenta) dari Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), SD Muhammadiyah Sapen berada di peringkat 2 SD paling berprestasi di DIY dengan perolehan prestasi sebanyak 375.Fenomena pendaftaran murid baru
Diberitakan sebelumnya, sejumlah orangtua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya agar mendapatkan kursi dan bisa bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen.
Bahkan, mereka sudah mendaftarkan anaknya sejak masih balita.
"Beberapa tahun lalu memang sempat viral, jadi orangtua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya. Saya awalnya juga tidak berniat mendaftarkan anak saya yang kedua, tapi karena info awal kuota untuk tahun 2029 saja sudah penuh makanya saya juga ikut mendaftarkan agar mendapatkan kursi di Sapen," ucap salah satu orangtua yang menolak disebutkan namanya kepada , Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya di SD Muhammadiyah Sapen bahkan sampai inden sejak balita lantaran melihat kualitas yang disediakan pihak sekolah.
SD Muhammadiyah Sapen imbuhnya mempunyai tiga program, yakni kelas regular, kelas digital, dan kelas CI MIPA (Cerdas Istimewa MIPA).
Terkait dengan biaya, dulu waktu anaknya mendaftar (sekarang sudah kelas 6), biaya masuk sekitar Rp 15 juta. Dan SPP anaknya saat ini di kelas 6 sebesar Rp 980.000.
Untuk kelas 6, ada tambahan Rp 200.000 untuk biaya tutup tahun dan study tour. Sementara, untuk biaya daftar ulang setiap tahun sekitar Rp 4-5 juta.
"Tapi setahu saya di SD Muhammadiyah Sapen juga menyediakan kuota bagi siswa kurang mampu dengan menyertakan KMS," bebernya.
Syarat pendaftaran
Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang orangtua murid di SD Muhammadiyah Sapen yang juga enggak menyebutkan namanya.
Dirinya mengaku mendaftarkan anaknya sejak usia 4 tahun atau 2 tahun sebelum masuk kelas 1 SD.
"Karena waktu itu dapat info tahun 2029 sudah penuh, adiknya saya daftarkan sekalian. Kakaknya mendaftar pas usia 4 tahun, adiknya usia 2 tahun juga saya daftarkan," ungkap dia.
Untuk mendaftar di SD Muhammadiyah Sapen cukup meninggalkan fotokopi akta kelahiran dan KK (Kartu Keluarga).
Selain itu juga tidak dipungut biaya formulir atau yang lainnya.
"Temanku yang lain baru mendaftarkan anaknya setahun sebelum masuk SD dan tidak diterima karena kuota sudah penuh. Infonya selain kuota tahun 2032 sudah penuh, ada siswa cadangan juga sebanyak 50 siswa. Jadi kalau ada siswa yang batal masuk Sapen, nanti siswa cadangan bisa masuk," imbuhnya.
Tetap mengikuti aturan
Terpisah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Agung Rahmanto menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta tetap mematuhi aturan sistem penerimaan siswa baru yakni Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.
Ia menambahkan, dalam aturan itu syarat untuk mendaftar sebagai peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) minimal usianya 7 tahun dan usia 6 tahun dapat diterima.
Dalam aturan ini ada pengecualian bagi anak yang memiliki bakat cerdas istimewa, kategori ini usia 5,5 tahun dapat diterima di jenjang SD dengan syarat kesiapan psikis.
"Kami memedomani itu (Permendikdasmen). Tapi SD Muhammadiyah Sapen tiap tahunnya menerima 230 murid baru, kuota kami 230. Apa yang kami alami bahwa dari 230 yang berminat masuk ke Sapen lebih dari itu," kata Agung dikutip , Selasa (20/1/2026).
Pihaknya menegaskan tidak ada pungutan biaya sepeser pun saat orangtua menitipkan dokumen kependudukan sewaktu mendaftar.
"Tidak ada (DP) belum penerimaan siswa baru, penerimaan murid baru SD Muhammadiyah Sapen itu hampir bersamaan (dengan sekolah negeri)," beber dia.
Biaya di SD Muhammadiyah Sapen
Terkait biaya pendidikan, menurut dia bervariasi, mulai dari Rp 0.
Setiap tahunnya SD Muhammadiyah Sapen menerima murid dari ekonomi yang tidak mampu jumlahnya 10 persen dari total daya tampung sekolah.
"SPP mulai 0 rupiah mereka kami subsidi seragamnya, uang bulanannya, kegiatan tahunannya, sampai makan siang dan snack mereka," katanya.
Sedangkan untuk masyarakat mampu SPP di SD Muhammadiyah Sapen Rp 1.400.000.
"Range (SPP) Rp 0 rupiah sampai Rp 1.400.000 sudah termasuk makan," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang