Banyak Kecelakaan, Jepang Larang Pakai Powerbank di Pesawat Mulai April 2026
Pemerintah Jepang menetapkan aturan baru bagi penumpang pesawat. Mulai pertengahan April 2026, dilarang menggunakan powerbank di dalam pesawat.
Setiap penumpang diperbolehkan membawa powerbank maksimal dua buah dengan kapasitas maksimum 160Wh, seperti dilansir Kyodo News, Selasa (3/3/2026).
Termasuk baterai cadangan untuk kamera dan perangkat lainnya berkapasitas tidak lebih dari 100Wh.
Meski demikian, penumpang yang membawa powerbank tetap dilarang menggunakannya maupun mengisi daya powerbank di stopkontak yang tersedia di setiap kursi.
Adapun pengisi daya portabel alias powerbank dengan kapasitas lebih dari 160 Wh dilarang dibawa masuk ke dalam kabin.
Alasan Jepang larang penggunaan powerbank di pesawat
Kebijakan ini merupakan bagian dari pedoman baru di bawah Undang-undang Penerbangan Sipil Jepang.
Ilustrasi kabin pesawat. Ilustrasi kursi penumpang di pesawat.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, telah memberi tahu penerapan aturan baru ini kepada sejumlah maskapai domestik, seperti dikutip NHK.
Sebelumnya, beberapa maskapai penerbangan asing diketahui telah menerapkan larangan menggunakan powerbank di dalam kabin.
Otoritas penerbangan Jepang menyoroti risiko baterai lithium-ion cacat produksi yang rentan mengalami panas berlebih (overheating) hingga mengeluarkan asap di dalam kabin pesawat penumpang.
Insiden kebakaran di pesawat akibat penggunaan powerbank pun terjadi di sejumlah penerbangan sepanjang 2025.
Misalnya, sebuah pesawat yang bersiap lepas landas dari Busan, Korea Selatan, Januari 2025 yang diyakini disebabkan oleh baterai ponsel di kompartemen atas kabin.
Insiden lainnya juga terjadi dalam penerbangan internasional Japan Airlines pada September yang menyebabkan baterai ponsel mengeluarkan asap saat digunakan untuk mengisi daya ponsel.
Pada Oktober 2025 lalu, penerbangan Air China dari Hangzhou ke Incheon terpaksa melakukan pendaratan darurat di Shanghai setelah terjadi kebakaran di kompartemen penyimpanan bagasi di atas kepala.
Maskapai tersebut mengatakan kebakaran itu disebabkan oleh baterai lithium di dalam bagasi kabin seorang penumpang.
Pada bulan yang sama, sebuah baterai portabel mengeluarkan asap di dalam penerbangan ANA dari Naha ke Tokyo. Api berhasil dipadamkan dan penerbangan dilanjutkan ke tujuannya, seperti dikutip Japan Times.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang