Pengakuan Manohara Sering Dibawa ke Dukun oleh Ibunya, Buat Apa?
Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik setelah ia membagikan kisah masa lalu yang selama ini jarang terungkap. Pengakuan tersebut muncul usai dirinya menerima serangan dari akun palsu yang diduga berkaitan dengan sang ibu, Daisy Fajarina.
Situasi tersebut memicu tekanan emosional yang membuat Manohara akhirnya angkat bicara dan membuka pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam unggahannya, Manohara secara terbuka mengungkap perasaan kecewa dan luka batin yang masih membekas hingga kini. Ia mengaku sulit menyebut perempuan yang melahirkannya sebagai sosok ibu, karena perlakuan yang diterimanya dinilai jauh dari nilai kemanusiaan.
"Aku bahkan kesulitan menyebutnya ibuku, karena tindakannya bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan tentang bagaimana seharusnya seorang ibu,” tulis Manohara, dikutip Rabu 21 Januari 2026.

Lebih lanjut, Manohara membeberkan fakta mengejutkan terkait dugaan keterlibatan sang ibu dalam praktik ilmu hitam sejak ia masih kecil.
"Ibu saya sudah lama terlibat secara mendalam dalam ilmu sihir hitam,” kata Manohara.
Menurutnya, sang ibu kerap mendatangi dukun dan orang pintar di berbagai daerah. Manohara bahkan mengaku sering diajak bepergian ke beberapa lokasi dengan alasan tertentu.
"Di Indonesia, ia sering mengunjungi dukun dan orang pintar. Ketika saya masih kecil, ia sering mengajak saya ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena ia percaya saya tidak cukup patuh,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut disebut Manohara tidak berhenti pada kunjungan semata. Ia mengaku dipaksa mengikuti berbagai ritual yang tidak dipahaminya dan justru meninggalkan trauma mendalam.
"Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa,” lanjutnya.
Manohara juga menegaskan bahwa apa yang dialaminya tidak berkaitan dengan ajaran agama Islam. Ia menilai praktik tersebut murni bentuk penyimpangan dan pelecehan.
"Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia turut menyinggung soal perpindahan agama sang ibu yang menurutnya dilakukan bukan atas dasar keyakinan, melainkan demi kepentingan tertentu.
"Video ini menunjukkan ibu saya dibaptis. Inilah mengapa saya mengatakan bahwa agama, seperti hal lainnya, adalah alat baginya,” terangnya.
Di akhir pernyataannya, Manohara menilai bahwa tidak ada ketulusan dalam tindakan sang ibu. Ia menyebut seluruh perlakuan tersebut bersifat transaksional dan penuh kepentingan pribadi.
"Tidak ada yang nyata baginya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat,” tutupnya.
Pengakuan Manohara ini pun memicu beragam reaksi dari publik. Banyak pihak menyampaikan empati serta dukungan moral, sembari berharap Manohara dapat pulih dari trauma masa lalu dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang.