Ini Kata Vicky Prasetyo soal Kasus Pernikahan Siri dan Poligami Insanul Fahmi
Kasus pernikahan siri Insanul Fahmi dengan Inara Rusli yang terjadi saat masih berstatus sebagai suami sah Wardatina Mawa menuai perhatian luas. Di tengah ramainya perbincangan publik, Vicky Prasetyo turut angkat bicara. Sosok yang disebut-sebut sebagai “playboy senior” ini justru menyampaikan refleksi mendalam berdasarkan pengalaman hidup dan kesalahan masa lalunya.
Vicky menegaskan bahwa dirinya berbicara bukan untuk merasa paling benar, melainkan sebagai seseorang yang pernah jatuh di lubang yang sama. Ia membuka pernyataannya dengan refleksi pribadi yang cukup tajam tentang kesalahan pria dalam memaknai hubungan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Vicky Prasetyo
"Saya bercerita bukan karena saya lebih baik, saya lebih suci, tapi saya bercerita karena memang apa yang dulu saya lakukan dan banyak kesalahan yang pernah saya lakukan. Jadi ya tadi saya bilang yang hebat itu tadi kesalahan terbesar seorang pria itu mengajak makan seorang wanita di dalam meja yang sama padahal dia belum pernah sempat merasakan kelaparan bersama,” kata Vicky Prasetyo yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment pada Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Vicky, pria kerap terlalu mudah mengganti peran perempuan dalam hidupnya tanpa memahami konsekuensi emosional yang muncul. Ia menilai hal tersebut justru membuka ruang masalah yang lebih besar. Ia juga menyinggung gaya hidup generasi muda yang sering keliru memaknai istilah “petualang cinta”.
"Makanya kalian ya para generasi gen z, milenial atau apapun yang kalian sebut, kalian jangan pernah menyebut diri kalian petualang cinta kalau belum berkencan dengan tujuh negara dalam satu malam gitu loh,” katanya lagi.
Ia menyebut banyak pria saat ini hanya tampak seperti “bad boy instan” yang masih bergantung pada privilese orang tua. Ia menegaskan bahwa metode lama dalam memikat lawan jenis sudah tidak relevan di era sekarang.
Lebih jauh, Vicky mengaku bahwa jika hidup bisa diulang, ia memilih untuk setia mencintai satu orang hingga akhir hayat.
"Justru dari semua petualangan kalau hidup ini diulang kembali justru saya mau mencintai satu orang dari mulai kenal sampai saya juga menutup mata untuk selamanya,” tuturnya.
Dalam menanggapi kasus Insanul Fahmi, Vicky menekankan bahwa persoalan ini bukan soal berpihak, melainkan soal nilai moral dan tanggung jawab.
"Lebih baik Anda terlihat buruk sekalian, tapi kalian tidak pernah menjadikan agama itu tameng untuk syahwat. itu paling nggak boleh,” tambahnya.
Ia juga memberi pesan tegas untuk perempuan agar tidak berharap kebahagiaan dengan cara merebut kebahagiaan orang lain.
"Tidak bisa kalian berharap membahagiakan diri dengan merebut kebahagiaan orang yang ada,” tegasnya.
Sementara untuk para pria, Vicky mengingatkan bahwa memainkan banyak perasaan bukanlah hal mudah dan tidak pernah memiliki rumus pasti.
"Matematika bisa kita bagi kalau kita kaya, tapi perasaan itu tidak pernah ada rumusnya,” tegasnya lagi.
Menutup pernyataannya, Vicky memberikan pesan terakhir khusus untuk Insanul Fahmi sebagai seorang senior.
"Menjadi seorang starboy atau playboy itu bukan pilihan, itu perjalanan,” tandasnya.