KAI Kaji Reaktivasi Jalur KA Kedungjati-Tanggung, Koridor Tertua Bersejarah
Jalur kereta api nonaktif relasi Kedungjati-Tanggung menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Selain dinilai memiliki potensi ekonomi, koridor ini menyimpan nilai sejarah penting sebagai bagian dari perkembangan awal perkeretaapian di Indonesia.
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin meninjau langsung jalur tersebut saat kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Kamis (12/2/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur sekaligus mengkaji peluang reaktivasi jalur bersejarah tersebut.
Koridor tertua dalam jaringan rel nasional
Jalur Kedungjati-Tanggung termasuk salah satu bagian awal pembangunan jaringan kereta api di Tanah Air.
Kawasan ini menjadi saksi perkembangan transportasi rel sejak era kolonial dan memiliki sejumlah bangunan stasiun berarsitektur khas.
Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan desain bergaya Swiss Chalet.
Sementara itu, Stasiun Kedungjati juga memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang perkeretaapian nasional.
Menurut Bobby, pengembangan kembali jalur ini tidak hanya berbicara soal konektivitas, tetapi juga pelestarian warisan sejarah.
"Jalur ini merupakan bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage perlu berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," kata Bobby, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (13/2/2026).
Menjaga warisan dan mendorong pemanfaatan
Dalam peninjauan tersebut, jajaran manajemen KAI mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis apabila reaktivasi dilakukan.
Aspek keselamatan dan kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama.
Di sisi lain, kawasan sekitar jalur memiliki potensi wisata berbasis sejarah dan alam.
Wilayah Kedungjati dikenal sebagai sentra pertanian dan kawasan hutan jati.
"Reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah," kata Bobby.
Kondisi ini dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem wisata heritage apabila konektivitas transportasi diperkuat.
Reaktivasi jalur ini diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara pelestarian nilai historis dan pemanfaatan untuk kepentingan masyarakat.
Bagian dari agenda strategis
Kunjungan kerja tersebut juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi bersama manajemen Daop 4 Semarang untuk membahas kesiapan operasional menjelang Angkutan Lebaran 2026, termasuk penguatan sistem keselamatan perjalanan kereta api.
KAI menegaskan bahwa setiap rencana pengembangan jalur akan disertai standar operasional dan aspek keselamatan yang ketat.
Melalui upaya ini, perusahaan berharap jalur Kedungjati–Tanggung tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah.
Tetapi juga dapat kembali berperan dalam mendukung mobilitas dan perkembangan wilayah dengan tetap menjaga nilai warisan perkeretaapian nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang