Harga BBM Eceran di Jember Tembus Rp 25.000 per Liter, Imbas Penutupan Jalur Gumitir

Jawa Timur, Jalur Gumitir, Distribusi BBM, distribusi BBM, Harga BBM Eceran di Jember, Harga BBM Eceran di Jember Tembus Rp 25.000 per Liter, Imbas Penutupan Jalur Gumitir, Pedagang Dadakan Jual BBM dari Tangki Motor, Warga Terpaksa Beli Mahal daripada Mengantre, Bupati Jember: Tengkulak Tak Bisa Dibiarkan, Distribusi BBM Terganggu Akibat Penutupan Jalur Gumitir, Pertamina Kerahkan 79 Mobil Tangki dan Ubah Jalur Distribusi, Pertamina Tambah Suplai dari Tuban dan Madiun

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, usai penutupan total Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi. 

Dampaknya, harga BBM eceran melonjak drastis hingga Rp 25.000 per liter, melebihi dua kali lipat dari harga normal.

Pedagang Dadakan Jual BBM dari Tangki Motor

Fenomena penjualan BBM eceran melonjak drastis, tak hanya dilakukan oleh pengecer rumahan. Banyak penjual dadakan bermunculan di depan SPBU, bahkan menjual BBM langsung dari tangki motor. 

Di pusat kota, harga pertalite dijual Rp 20.000, sedangkan pertamax tembus Rp 25.000 per liter. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah pedesaan.

BBM tak lagi dipajang di rak pengecer seperti biasanya. Penjual memilih menyimpan stok dan baru mengeluarkannya saat ada pembeli yang datang atau memesan secara daring.

Warga Terpaksa Beli Mahal daripada Mengantre

Warga Jember memilih membeli BBM eceran meski harga tinggi, demi menghindari antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah Imam Nawawi, warga Kecamatan Ambulu.

“Terus aku dikasih petunjuk sama mereka agar bisa dapat BBM cepat, tetapi harganya mahal,” ujarnya, Senin (28/7/2025).

Imam mengaku membeli 2 liter pertamax seharga Rp 50.000 dari seorang pria bermotor Thunder yang berjualan di depan SPBU. BBM dari tangki motor kemudian dipindahkan ke dalam botol sesuai permintaan. “Daripada antre lima jam, enggak omes (tak sabar), aku,” katanya.

Bupati Jember: Tengkulak Tak Bisa Dibiarkan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa keberadaan tengkulak sulit dihindari, tetapi tak bisa dibiarkan begitu saja.

“Kami akan terus semaksimal mungkin bisa meminimalisasi tengkulak-tengkulak,” ujar Fawait dalam siaran resmi pada Senin malam.

Ia memahami kondisi darurat ini membuka celah bagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah krisis.

Distribusi BBM Terganggu Akibat Penutupan Jalur Gumitir

Kelangkaan BBM terjadi sejak penutupan Jalur Gumitir pada 24 Juli 2025 akibat pekerjaan perbaikan jalan. Jalur ini diperkirakan akan ditutup selama dua bulan ke depan, hingga 24 September 2025.

Penutupan tersebut berdampak pada distribusi BBM ke 41 SPBU di wilayah Jember dan 8 SPBU di Bondowoso, menyebabkan antrean panjang dan keterlambatan pasokan.

Pertamina Kerahkan 79 Mobil Tangki dan Ubah Jalur Distribusi

Dilansir Kompas.com (29/07/2025), sebagai bentuk mitigasi, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengerahkan 79 mobil tangki untuk menyuplai BBM ke wilayah terdampak.

Distribusi yang sebelumnya melalui jalur langsung Banyuwangi–Gumitir kini dialihkan ke rute alternatif Banyuwangi–Situbondo–Arak-Arak–Bondowoso–Jember.

“Terdapat 79 mobil tangki bantuan yang sudah kita sediakan, masing-masing berasal dari suplai Banyuwangi, Surabaya dan Malang,” kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Selasa (29/7/2025).

Ahad menjelaskan bahwa jalur alternatif ini hanya memungkinkan kendaraan dengan kapasitas maksimal 24 kiloliter untuk melintas.

Pertamina Tambah Suplai dari Tuban dan Madiun

Sebagai antisipasi tambahan, distribusi BBM juga akan diperkuat melalui suplai dari Tuban dan Madiun. 

Selain itu, untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan Ketapang, dilakukan alih suplai ke Pertamina Instalasi Surabaya Group dan Fuel Terminal Malang.

Ahad mengungkapkan bahwa waktu tempuh distribusi meningkat dari 4 jam menjadi 11 jam, sehingga koordinasi dilakukan dengan Satlantas dan Polres setempat untuk memberi prioritas kendaraan pengangkut BBM dan elpiji.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Dampak Kelangkaan BBM di Jember: Tengkulak Bermunculan, Harga Eceran Tembus Rp 25.000 Per Liter.