Adhi Karya Pede Tol Yogyakarta Buka Peluang Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Baru
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaksanakan kegiatan Management Walkthrough (MWT) atau Site Visit ke sejumlah proyek strategis di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu sebagai wujud nyata penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan proyek dan operasional perusahaan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, bersama Komisaris ADHI Amelia Tetriana, didampingi oleh Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta serta General Manager Departemen Infrastruktur II Sudiyat Miko.
Adapun lokasi kunjungan meliputi Site Office Precast Margorejo Adhi Beton, Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo Paket 2.2B, serta Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 1.
Melalui pengawasan langsung di lapangan, manajemen ADHI menegaskan komitmen perusahaan terhadap transparansi, akuntabilitas, pengendalian risiko, serta kepatuhan terhadap standar mutu, keselamatan, dan keberlanjutan.
“Keberadaan jalan tol ini diharapkan memberikan dampak strategis dalam meningkatkan konektivitas antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Zein dikutip dari keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026.
Pada peninjauan Site Office Precast Margorejo di Sleman, Yogyakarta, manajemen ADHI bersama Adhi Beton melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi beton pracetak, penerapan standar mutu, serta implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah ini guna memastikan perusahaan menghadirkan produk berkualitas tinggi, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memastikan keberlanjutan rantai pasok konstruksi nasional yang andal.
Sementara itu, kunjungan ke proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo Paket 2.2B serta Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 1 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemerataan pembangunan dan penguatan daya saing wilayah melalui peningkatan konektivitas infrastruktur nasional.
“Mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta membuka peluang pertumbuhan ekosistem ekonomi baru,” tambahnya.