Reza Pahlavi Desak Militer Iran Membelot Rezim, Segera Bergabung Bersama Demonstran

Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran
Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran

Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, meyakinkan para demonstran dalam demonstrasi yang sedang berlangsung melawan pemerintah bahwa bantuan Amerika Serikat (AS) akan segera datang.

Ia juga mendesak tentara Iran untukmembelot rezim dan bergabung dengan oposisi dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu pagi.

"Saudara-saudaraku sebangsa," Pahlavi memulai pernyataannya, yang diunggah ke X/Twitter. "Sekarang, kalian mungkin telah mendengar pesan dari Presiden Amerika Serikat. Bantuan sedang dalam perjalanan. Lanjutkan perjuangan, seperti yang telah kalian lakukan selama ini."

Ia kemudian menyatakan bahwa ada "lautan darah" antara rakyat Iran dan rezim, yang menurutnya akan "dihukum" atas tindakan mereka. Ia kemudian menyerukan agar tentara Iran berhenti membela kepemimpinan negara.

Pahlavi mendesak tentara Iran untuk meninggalkan rezim, dan bergabung dengan para demonstran

"Tetapi saya juga memiliki pesan khusus untuk anggota Angkatan Darat," ungkapnya. "Kalian adalah militer nasional Iran, bukan militer Republik Islam. Kalian memiliki kewajiban untuk melindungi nyawa rekan senegara kalian. Kalian tidak punya banyak waktu. Bergabunglah dengan mereka sesegera mungkin,"

Pesan putra mahkota ini muncul setelah konfirmasi resmi jumlah korban tewas akibat protes melampaui 2.000 jiwa.

Pada hari Selasa, seorang pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa sekitar 3.000 orang telah meninggal. Keesokan paginya, kelompok hak asasi manusia Iran yang berbasis di AS, HRANA, mengkonfirmasi bahwa setidaknya 2.403 demonstran telah tewas.

Pernyataan Pahlavi bahwa bantuan AS "sedang dalam perjalanan" menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa di platform Truth Social miliknya.

Presiden juga mencatat bahwa ia telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai rezim tersebut menghentikan tindakan kerasnya terhadap para demonstran.

Pada hari itu, AS memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan Iran melalui pemberitahuan yang dikeluarkan oleh kedutaan virtualnya di Teheran.

"Warga AS harus meninggalkan Iran sekarang juga. Pertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Turki atau Armenia, jika aman untuk melakukannya," bunyi pemberitahuan tersebut.