Menag di Peringatan Isra Miraj 2026: Salat Ajarkan Kesalehan Sosial dan Etika Lingkungan

Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar

 Menteri Agama Nasaruddin Umar menyinggung konsep ekoteologi dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tingkat nasional di Masjid Istiqlal Jakarta, sebagai respons atas situasi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai ujian.

Menurut Menag, perintah salat yang menjadi inti dari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual, tetapi juga memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.

Dalam peristiwa Miraj, lanjut Menag, Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu, yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga fondasi pembentukan kepribadian Muslim yang beriman, berdisiplin, dan berakhlak mulia. 

"Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan," kata Menag Nasaruddin Umar dalam Peringatan Isra Miraj tingkat nasional di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

"Salat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis," imbuhnya

Menag menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya salat. Prinsip ini, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar. 

Sementara itu, gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Menag juga menegaskan bahwa esensi Isra Miraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.

"Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya," ujarnya.

Dalam konteks kebangsaan, ia menilai pesan Isra Miraj relevan untuk memperkuat persatuan dan toleransi antar-umat beragama. Sebab, toleransi bukan berarti menghapus perbedaan melainkan menerima perbedaan tanpa menciptakan jarak sosial.

"Toleransi itu biarlah yang berbeda tetap berbeda dan yang sama tetap sama. Yang penting perbedaan tidak membuat kita berjarak," katanya.

Peringatan Isra Miraj tingkat nasional ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Fadli Zon dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.