Panitia Klarifikasi Video Biduan di Acara Isra Miraj: Itu Digelar setelah Pengajian, Kiai Sudah Pulang
Video yang memperlihatkan penampilan biduan berpakaian minim dengan latar acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, pada Jumat sore, 9 Januari 2026.
Dalam video yang beredar, seorang penyanyi dangdut tampak berjoget di atas panggung mengenakan pakaian hitam terbuka, dengan backdrop spanduk peringatan Isra Miraj.
Viralnya video tersebut membuat kepolisian turun tangan. Kapolsek Songgon AKP Puji Wahyono memastikan pihaknya segera memanggil panitia acara untuk dimintai klarifikasi resmi. Menurutnya, izin kegiatan yang tercatat di kepolisian hanya mencantumkan agenda peringatan Isra Miraj, tanpa adanya permohonan terpisah untuk hiburan musik.
“Kami langsung panggil panitia untuk klarifikasi. Sebab izin yang masuk ke kami hanya kegiatan Isra Miraj,” tegas AKP Puji Wahyono, Senin 19 Januari 2026, dikutip dari tvOnenews.
Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Panitia Isra Miraj, Hadiyanto, membenarkan adanya penampilan live musik. Namun ia menegaskan bahwa hiburan tersebut tidak masuk dalam rangkaian inti acara peringatan Isra Miraj.
Menurut Hadiyanto, pengajian dan rangkaian utama acara telah selesai saat hiburan tersebut berlangsung. Ia menyebut seluruh undangan, termasuk para kiai dan tokoh agama, sudah meninggalkan lokasi ketika live musik digelar.
“Memang benar ada live musik, tetapi itu dilaksanakan setelah pengajian selesai dan seluruh undangan serta para kiai sudah meninggalkan lokasi,” ujar Hadiyanto.
Ia menjelaskan, hiburan tersebut diperuntukkan bagi panitia yang masih berada di lokasi untuk melakukan bersih-bersih setelah acara utama rampung. Panitia, kata dia, tidak memiliki niat untuk mencampuradukkan hiburan dengan rangkaian kegiatan keagamaan.
Meski demikian, Hadiyanto mengakui adanya kekhilafan dalam pelaksanaan acara. Ia menyadari bahwa konteks tempat dan visual panggung yang masih memuat atribut peringatan Isra Miraj, membuat penampilan tersebut mudah disalahpahami.
“Atas nama panitia, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini,” ucapnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, panitia juga telah menyampaikan klarifikasi resmi melalui sebuah video yang direkam di Mapolsek Songgon. Klarifikasi tersebut ditujukan untuk meluruskan konteks kejadian sekaligus meredam kegaduhan yang telanjur berkembang di ruang publik.