Profil Kepala BNPB Suharyanto: Biodata, Latar Belakang, dan Karier

Sosok Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kerap menghiasi lini masa publik akhir-akhir ini.
Pasalnya, hal tersebut terkait dengan peristiwa bencana banjir dan longsor yang sedang melanda Sumatera dan menyita perhatian publik secara nasional.
Untuk itu, sepak terjang Suharyanto dalam mengomando penanganan bencana di Sumatera sedang dilihat publik.
Lantas, siapa Suharyanto yang menjabat Kepala BNPB? Berikut profil selengkapnya.
Profil Kepala BNPB Suharyanto
Dilansir dari Kompas.id, berikut profil Suharyanto yang mencakup biodata, latar belakang, dan kariernya:
Biodata Suharyanto
- Nama Lengkap: Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M.
- Lahir: Cimahi, Jawa Barat, 8 September 1967
- Almamater: Akademi Militer (Akmil) Magelang 1989
- Jabatan Terkini: Kepala BNPB
Latar Belakang Suharyanto
Suharyanto yang lahir di Cimahi pada 8 September 1967, tidak pernah jauh dari dunia militer.
Sang ayah merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD), sehingga dia pun tumbuh di lingkungan asrama tentara.
Masa kecilnya dihabiskan di kota kelahirannya, Cimahi, daerah yang mendapat predikat kota tentara karena banyaknya kesatuan-kesatuan militer bermarkas.
Hidup di lingkungan militer membuat Suharyanto bercita-cita menjadi tentara dan ingin bergabung dengan TNI AD.
Setelah lulus SMA pada 1985, Suharyanto muda langsung mendaftar Akmil di Magelang dan diterima sebagai taruna di kampus tersebut.
Empat tahun kemudian, Suharyanto lulus dari akademi militer dan menyandang pangkat letnan dua pada tahun 1989.
Karier Suharyanto
Setelah lulus dari Akmil tahun 1989, Suharyanto ditugaskan pertama kali di kesatuan Infanteri Kalimantan selama kurang lebih sembilan tahun.
Saat penugasan tersebut, dia juga sempat melaksanakan tugas operasi di Timor Timur.
Kemudian, dia mendapat tugas belajar di sekolah lanjutan perwira di Bandung dan bermarkas di Gummil Pussenif pada tahun 1999.
Selanjutnya pada tahun 2003, dia ditugaskan ke Jawa Timur selama kurang lebih tujuh tahun sebagai komando batalyon hingga komando Kodim.
Beberapa jabatan yang diembannya selama di Jawa Timur antara lain Pabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya (2003–2004), Danyonif 516/Caraka Yudha (2004–2005), Danyonif 500/Raider (2005–2006), Dandim 0832/Surabaya Selatan (2006), dan Dandim 0817/Gresik (2009–2010).
Dari Gresik ia ditarik ke Mabes AD sebagai staff pengamanan Angkatan Darat (2010–2011).
Pada 2012, Suharyanto bertugas di Sekretaris Militer Presiden (Setmilpres) sebagai kepala bagian pembinaan personel lalu dipindah ke bagian kepala penelitian dan pengamanan khusus.
Selanjutnya, ia pernah memegang sejumlah jabatan, antara lain, Kasi Intel Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Danrem 051/Wijayakarta (2015–2016), kemudian ia masuk dalam Badan Intelejen Negara (BIN) dan menjabat Kepala Biro Kepegawaian Settama Badan Intelijen Negara (BIN) (2016–2017), dan Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN (2017–2018).
Setahun kemudian, Suharyanto yang kala itu berpangkat Brigadir Jenderal dipercaya menjabat Kasdam Jaya (2018–2019), kemudian Sekretaris Militer Kemensetneg RI (2019–2020). Pangkatnya pun naik menjadi Mayor Jenderal dan dipromosikan menjabat Panglima Kodam V Brawijaya (2020–2021) pada pada Oktober 2020.
Setelah setahun bertugas di Jawa Timur, Suharyanto ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB pada 17 November 2021, menggantikan Letjen Ganip Warsito yang memasuki masa pensiun.
Berselang beberapa pekan, bintang dipundak Suharyanto bertambah satu menjadi bintang tiga alias Letnan Jenderal (Letjen).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang