Top 7+ Fakta Peristiwa Isra Miraj, Mukjizat Perjalanan Malam dan Perintah Shalat 5 Waktu

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah agama Islam. Peristiwa besar ini menjadi momen saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman spiritual dan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya, umatnya, serta alam semesta.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.
Untuk memahami lebih dalam mengenai mukjizat ini, berikut adalah 7 fakta penting terkait peristiwa Isra Miraj yang dirangkum Kompas.com:
1. Pengertian Isra dan Miraj
Secara harfiah, Isra dan Miraj adalah dua perjalanan yang berbeda namun terjadi dalam satu malam yang sama. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Sementara itu, Miraj adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh. Peristiwa agung ini diabadikan dalam Al Quran Surat Al-Isra ayat 1:
"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra [17]:1).
2. Mengendarai Buraq dalam Keadaan Terjaga
Para ulama menyatakan bahwa perjalanan ini dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga (bukan mimpi) dengan mengendarai Buraq.
Buraq digambarkan sebagai makhluk putih yang menjadi kendaraan kilat bagi Rasulullah dengan didampingi oleh Malaikat Jibril.
Sebelum berangkat, hati Nabi Muhammad SAW disucikan terlebih dahulu agar siap menerima tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
3. Singgah di Lima Tempat Bersejarah
Masjid Al Aqsa. Isra Miraj Itu Apa? Berikut penjelasan atas perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.
Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW sempat berhenti di lima lokasi berbeda untuk melaksanakan shalat dua rakaat, yaitu:- Kota Madinah: Tempat yang kelak menjadi tujuan hijrah Nabi.
- Kota Madyan: Tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun.
- Thuur Sina: Tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.
- Baitul Lahm: Tempat kelahiran Nabi Isa AS.
- Masjidil Aqsa: Yerusalem, sebagai titik awal menuju langit.
4. Memilih Susu sebagai Simbol Fitrah
Di tengah perjalanan yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara khamr (minuman memabukkan) dan susu.
Beliau memilih susu, yang melambangkan kesucian dan jalan yang diridhoi Allah (fitrah). Hal ini menjadi gambaran bahwa umat Islam akan senantiasa berada di jalan kebenaran selama memegang teguh ajaran agama.
5. Bertemu Para Nabi di Tujuh Lapis Langit
Saat melakukan Miraj, Nabi Muhammad SAW melintasi tujuh lapis langit dan bertemu dengan nabi-nabi terdahulu:
- Langit pertama: Nabi Adam AS.
- Langit kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS.
- Langit ketiga: Nabi Yusuf AS.
- Langit keempat: Nabi Idris AS.
- Langit kelima: Nabi Harun AS.
- Langit keenam: Nabi Musa AS.
- Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS.
Setelah itu, beliau juga mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah, sebelum menuju Sidratul Muntaha.
6. Sejarah Penetapan Shalat 5 Waktu
Ilustrasi shalat malam
Fakta terpenting dari Isra Miraj adalah turunnya perintah shalat. Awalnya, Allah SWT memerintahkan shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.Namun, atas saran Nabi Musa AS yang meminta Nabi Muhammad memohon keringanan, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi 5 waktu.
Dalam hadist HR Bukhari, Allah SWT berfirman:
"Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Aku kembali bertemu dengan Musa. Ia menyarankan, 'Kembalilah menemui Rabbmu'. Kujawab, 'Aku malu pada Rabbku'." (HR Bukhari).
7. Bukti Kekuasaan Allah di Luar Logika Manusia
Peristiwa Isra Miraj menjadi bukti nyata bahwa Allah SWT mampu melakukan apa saja melampaui logika manusia. Penceramah Buya Yahya menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah murni kekuasaan Allah sebagai pemilik alam semesta.
Hal ini juga ditegaskan dalam QS An-Najm ayat 13-18 yang menceritakan penglihatan Nabi di Sidratul Muntaha.
Selain sebagai bukti kenabian, peristiwa ini juga membuktikan bahwa surga dan neraka adalah nyata serta menjadi penghibur bagi Nabi setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib (tahun kesedihan).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang