SPBU Bacin Kudus Akui Adanya Temuan Pertalite Tercampur Air, Konsumen Diberi Ganti Rugi

SPBU Bacin, SPBU Bacin Kudus Akui Adanya Temuan Pertalite Tercampur Air, Konsumen Diberi Ganti Rugi, Hasil Inspeksi di SPBU Bacin, Pengelola SPBU Jelaskan Penyebab Pertalite Tercampur Air, Pihak SPBU Beri Ganti Rugi untuk Konsumen, Pihak SPBU Lakukan Koordinasi dengan Pertamina, Sikap Disdag Kudus: Tidak Ada Sanksi

SPBU 43 593 18 Bacin di Jalan Lingkar Utara, Kabupaten Kudus, menghentikan sementara penjualan Pertalite setelah ditemukan campuran air dalam bahan bakar tersebut.

Temuan ini terungkap saat Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan inspeksi, Selasa (13/1/2026).

Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan konsumen yang mengeluhkan kualitas Pertalite saat pengisian bahan bakar.

Penghentian penjualan dilakukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat.

Hasil Inspeksi di SPBU Bacin

Dilansir dari Tribun Jateng, sebelum pemeriksaan dilakukan, pengelola SPBU mengakui bahwa tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite mengalami kontaminasi air.

Meski demikian, petugas Dinas Perdagangan tetap melakukan pengecekan dengan mengambil sampel Pertalite sebanyak satu liter untuk diuji secara visual.

Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan adanya campuran air dalam bahan bakar jenis Pertalite.

Temuan ini menguatkan laporan awal yang disampaikan konsumen.

Pengelola SPBU Jelaskan Penyebab Pertalite Tercampur Air

Pengawas SPBU Bacin, Agus Purnomo, menjelaskan bahwa kontaminasi air terjadi akibat penutup tangki Pertalite yang tidak tertutup rapat.

Kondisi tersebut diperparah saat hujan deras mengguyur wilayah Kudus sehingga air masuk ke dalam tangki penyimpanan.

SPBU mulai beroperasi sekitar pukul 05.00 WIB, dan keluhan konsumen mulai diterima sekitar pukul 05.30 WIB.

“Memang tercampurnya di sini karena tutup tangkinya kurang rapat, dan saat hujan deras kemasukan air,” kata Agus saat ditemui di SPBU.

Agus menegaskan, pengiriman Pertalite ke SPBU beberapa hari sebelumnya berada dalam kondisi normal dan tidak tercampur air.

Pihak SPBU Beri Ganti Rugi untuk Konsumen

Setelah menerima keluhan, pengelola SPBU langsung menghentikan penjualan Pertalite untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Saat kejadian, tercatat sudah ada 10 konsumen yang sempat membeli Pertalite.

“Saat itu sudah ada 10 pembeli, kami tanggung jawab atas pembeli tersebut termasuk ganti rugi,” kata Agus.

Agus menyebutkan, sisa Pertalite di dalam tangki SPBU sekitar 3.000 liter dari total kapasitas 20.000 liter.

Ia kembali memastikan kontaminasi air hanya terjadi pada bahan bakar jenis Pertalite.

Pihak SPBU Lakukan Koordinasi dengan Pertamina

Menurut Agus, produk bahan bakar lain seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex dipastikan dalam kondisi aman dan tidak tercampur air.

Pengelola SPBU akan menguras tangki Pertalite dan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kelanjutan operasional penjualan Pertalite.

Sikap Disdag Kudus: Tidak Ada Sanksi

Pengawas Perdagangan dari Dinas Perdagangan Kudus, Atok Darmo Broto, mengatakan pihaknya datang ke SPBU setelah menerima laporan konsumen.

Setelah dilakukan pengecekan, pengelola SPBU mengakui adanya kontaminasi tersebut.

“Ini menunggu pembersihan dan dari petugas pertamina,” kata Atok.

Atok menambahkan, dalam kasus ini pihaknya tidak menjatuhkan sanksi kepada pengelola SPBU.

Hal itu karena pengelola telah menunjukkan iktikad baik dengan mengakui kesalahan dan bersedia bertanggung jawab atas konsumen yang dirugikan.

“Hanya Pertalite yang tercampur air, selain itu tidak,” kata Atok.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Dinas Perdagangan Kudus Temukan Pertalite Tercampur Air di SPBU Bacin".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang