Dihajar Bodo/Glimt, Pemain Manchester City Ganti Rugi Tiket Suporter yang Hadir
Kekalahan mengejutkan Manchester City dari Bodo/Glimt di Liga Champions meninggalkan kisah menarik. Para pemain The Citizens memutuskan untuk mengganti biaya tiket suporter yang rela menempuh perjalanan jauh ke Norwegia demi menyaksikan laga tersebut.
Manchester City takluk 1-3 dari Bodo/Glimt dalam pertandingan yang digelar di Lingkar Arktik, Selasa malam waktu setempat. Hasil itu memperpanjang periode sulit tim asuhan Pep Guardiola, setelah sebelumnya juga tumbang 0-2 dari Manchester United di laga derby.
City tampil buruk sejak awal dan sudah tertinggal tiga gol. Harapan sempat muncul ketika Rayan Cherki memperkecil kedudukan pada menit ke-60. Namun, asa comeback langsung pupus usai Rodri diganjar kartu merah beberapa menit kemudian.
Kekalahan tersebut membuat Guardiola frustrasi. Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengakui memiliki perasaan bahwa “semuanya berjalan salah” bagi City saat ini.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, para pemain City sepakat mengganti biaya tiket untuk 374 suporter yang hadir langsung ke markas Bodo/Glimt. Keputusan itu disampaikan oleh kelompok kapten tim yang terdiri dari Bernardo Silva, Ruben Dias, Rodri, dan Erling Haaland.
“Para pendukung kami berarti segalanya. Kami tahu pengorbanan yang mereka lakukan untuk mendukung kami, kandang maupun tandang, dan kami tidak akan pernah menganggapnya remeh,” demikian pernyataan resmi para kapten City.
“Perjalanan ke Bodo bukanlah hal mudah, apalagi dengan suhu dingin ekstrem. Menanggung biaya tiket mereka adalah hal paling minim yang bisa kami lakukan.”
Para pemain juga menegaskan siap bangkit dalam laga berikutnya melawan Wolves di Premier League, sebelum menjamu Galatasaray di Etihad Stadium pada pertandingan penentuan Liga Champions pekan depan.
Langkah Manchester City ini mendapat apresiasi dari perwakilan suporter. Kevin Parker, perwakilan klub suporter resmi City, menyebut keputusan tersebut sebagai bukti kuatnya hubungan pemain dan fans.
“Pendukung City rela pergi ke ujung dunia demi tim ini. Bodo bukan tempat yang mudah dijangkau, ditambah suhu di bawah nol derajat. Gestur ini sangat berarti bagi kami dan menegaskan ikatan kuat antara pemain dan suporter," kata Parker.
Di tengah empati terhadap fans, performa City masih menjadi sorotan. Dari tujuh laga terakhir, City hanya meraih kemenangan di ajang Carabao Cup dan FA Cup, sementara di liga mereka mencatatkan tiga hasil imbang dan satu kekalahan dalam empat pertandingan terakhir.
Gelandang City, Tijjani Reijnders, mengakui timnya tengah berada dalam kondisi rapuh.
“Kami tidak meremehkan Bodo/Glimt. Kami tahu mereka kuat di kandang dengan rumput sintetis. Saat ini kami kurang konsisten dan terlihat rapuh. Yang terpenting adalah tetap bersatu dan kembali ke dasar permainan," kata Tijjani.