Fakta-fakta Penikaman dan Teror Bom Asap di Taiwan, Tewaskan 3 Orang

Polisi Taiwan olah TKP insiden penusukan bom asap dan penikaman di stasiun MRT
Polisi Taiwan olah TKP insiden penusukan bom asap dan penikaman di stasiun MRT

 Insiden mengerikan terjadi di ibu kota Taiwan, Taipei, ketika seorang pria melemparkan granat asap ke stasiun kereta bawah tanah Taipei lalu melakukan penikaman massal ke arah warga di kawasan perniagaan, media Taiwan melaporkan, Jumat, 19 Desember 2025. 

Aksi tersebut viral di media sosial, dimana seorang pria berpakaian hitam mengayunkan pisau dan melemparkan bom asap di tengah kerumunan, serta menyerang orang-orang secara acak dan membabi buta. 

Simak beberapa fakta dari insiden bom asap dan penusukan massal di Taiwan, Jumat:

1. Empat Orang Tewas, Termasuk Pelaku

Polisi Taiwan olah TKP insiden penusukan bom asap dan penikaman di stasiun MRT

Insiden yang terjadi di dua stasiun metro tersibuk di Taiwan, yakni MRT Taipei Main Station dan MRT Zhongshan Station, menewaskan empat orang, termasuk pelaku, serta melukai 11 orang lainnya, menurut laporan CNA.

Salah satu dari korban, yakni pria berusia 50-an dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung dan kemudian dinyatakan meninggal, menurut laporan kantor berita CNA.

Sebanyak 11 orang yang dirawat di rumah sakit, lima sudah boleh pulang, enam masih menjalani perawatan, dengan dua di unit perawatan intensif.

 

Pelaku diduga melempar granat asap di dekat salah satu pintu keluar Stasiun Utama MRT Taipei sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Asap menyebar hingga ke peron stasiun.

Pelaku tewas bunuh diri setelah melompat dari atap saat menghadapi polisi.

2. Kronologi Bom Asap dan Penikaman di Taipei

Polisi Taiwan olah TKP insiden penusukan bom asap dan penikaman di stasiun MRT

Polisi Taiwan olah TKP insiden penusukan bom asap dan penikaman di stasiun MRT

Insiden terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, dimulai sekitar pukul 17.30 waktu setempat di Stasiun Utama Taipei ketika seorang pria yang mengenakan masker gas meledakkan granat asap di dekat salah satu pintu keluar stasiun. 

Dalam kepanikan yang terjadi, dua orang dilarikan ke rumah sakit. Salah satunya, seorang pria berusia 57 tahun, kemudian dinyatakan meninggal, sementara yang lainnya, seorang pria berusia 54 tahun, masih dirawat di rumah sakit.

Tersangka kemudian melarikan diri ke Stasiun MRT Zhongshan, melanjutkan aksinya dengan melempar granat asap dan menyerang orang-orang secara acak dengan pisau. Akibat serangan itu, tiga orang terluka parah dan delapa orang lainnya mengalami luka ringan.

Pelaku memasuki kompleks perbelanjaan dan melompat dari ketinggian setara dengan enam lantai, yang mengakibatkan kematiannya, menurut laporan media lokal.

Polisi telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki serangan tersebut, meninjau rekaman pengawasan dan memeriksa asal granat asap, rute pelarian tersangka, dan target potensial.

3. Profil Tersangka

Pelaku penikaman massal dan bom asap di Taiwan

Pelaku penikaman massal dan bom asap di Taiwan

Melansir Anadolu, polisi berhasil mengidentifikasi tersangka bernama Chang Wen, berusia 27 tahun, tidak memiliki pekerjaan dan memiliki catatan kriminal sebelumnya, dengan surat perintah penangkapan yang belum dilaksanakan.

Ia dicari karena menghindari wajib militer. Ia bersenjata pisau dan granat asap, menurut laporan.

Chang juga dilaporkan telah membakar apartemen, mobil, dan dua sepeda motornya sebelum serangan tersebut.

Polisi menemukan 25 bom molotov dari kamar hotel tempat ia menginap dua hari lalu. Pelaku juga membawa bom molotov selama serangan tersebut.

Setelah serangan di dekat Stasiun Utama Taipei dan Zhongshan, Zhang terpojok oleh polisi di atap dan jatuh ke kematiannya, diduga bunuh diri karena takut ditangkap.

"Berdasarkan pekerjaan verifikasi terkait yang dilakukan secara terus menerus sejak kemarin, kami belum menemukan bahwa tersangka memiliki kaki tangan lain," kata Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Chang Jung-hsin kepada wartawan dilansir CNA.

Penyelidikan mengenai motifnya masih berlangsung, katanya.

Sementara itu, Taiwan akan memperkuat kehadiran polisi dan mengerahkan unit respons cepat di tempat-tempat umum dan area ramai untuk memastikan keamanan dan stabilitas sosial, kata Presiden Lai Ching-te.