Kisah Rahwito, Penjaga Sekolah di Bondowoso yang Terima SK PPPK 6 Bulan Jelang Pensiun

Moh Rahwito, PPPK, Bondowoso, Kisah Rahwito, Penjaga Sekolah di Bondowoso yang Terima SK PPPK 6 Bulan Jelang Pensiun

Suasana Alun-alun Ki Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tampak membiru pada Senin (28/12/2025). Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu berkumpul dengan seragam Korpri lengkap untuk menerima petikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Di balik riuhnya seremoni tersebut, terselip kisah haru dari seorang penjaga sekolah bernama Moh Rahwito.

Meski masa pengabdiannya secara administratif tinggal menghitung bulan, raut kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajahnya.

Penantian Panjang Sejak 1989

Moh Rahwito, yang merupakan penjaga sekolah di SDN Pancoran 2, akan genap berusia 58 tahun pada tahun 2026 mendatang.

Menariknya, SK PPPK yang baru ia terima ini hanya akan ia nikmati selama enam bulan. Berdasarkan aturan usia pensiun, Rahwito akan purnatugas pada 9 Juni 2026.

Meski singkat, pria ini mengaku sama sekali tidak mempermasalahkannya. Baginya, SK ini adalah pengakuan atas dedikasinya yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

"Ya kalau sudah waktunya (pensiun), tidak masalah," ungkap Rahwito saat ditemui di sela-sela acara penyerahan SK PPPK Bondowoso, Senin.

Perjalanan Rahwito menjadi ASN tidaklah instan. Ia mengisahkan telah berulang kali mengikuti tes CPNS sejak tahun 1989. Kala itu, sistem seleksi masih menggunakan metode manual dengan tulis tangan, jauh sebelum sistem Computer Assisted Test (CAT) diterapkan.

"Selalu ikut (tes CPNS), terakhir tahun 2013," ujarnya mengenang masa-masa gagal dalam seleksi.

Setelah kegagalan di tahun 2013, ia sempat memutuskan untuk berhenti mengikuti tes, hingga akhirnya tahun 2024 ia kembali mendaftar seleksi PPPK karena masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pernah Digaji Rp 50.000 Per Bulan

Rahwito mulai mengabdi sebagai penjaga sekolah sejak tahun 2003. Selama masa pengabdiannya, ia tinggal bersama istri dan ketiga anaknya di perumahan sekolah. Ia menceritakan bagaimana perjuangannya menghidupi keluarga dengan honor yang sangat minim di masa lalu.

"Dulu awal tidak ada gaji, pas naik jadi Rp 50.000. Ya cari sampingan lain, ya sembarang, bertani," tutur Rahwito.

Ketekunannya berbuah manis. Pada tahun 2023, ia mulai mendapatkan honor daerah, hingga akhirnya resmi menyandang status PPPK paruh waktu di penghujung masa baktinya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara total menyerahkan SK kepada 4.502 pegawai PPPK paruh waktu dalam kesempatan tersebut. Para pegawai ini terdiri dari berbagai formasi yang telah lolos seleksi.

Adapun rincian dari 4.502 penerima SK PPPK tersebut adalah:

  • Jabatan Teknis: 3.308 orang
  • Tenaga Kesehatan: 546 orang
  • Tenaga Guru: 648 orang

Seluruh penerima SK hadir dengan pakaian dinas Korpri, celana kain hitam, dan sepatu pantofel. Bagi laki-laki, penampilan dilengkapi dengan kopiah hitam, menciptakan pemandangan yang seragam dan khidmat di jantung kota Bondowoso.

Penyerahan SK ini diharapkan dapat memberikan kepastian status kerja bagi para tenaga honorer yang selama ini telah membantu jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Bondowoso, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian panjang seperti yang dialami oleh Moh Rahwito.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kisah Haru Moh Rahwito: Penjaga Sekolah Bondowoso Terima SK PPPK Paruh Waktu 6 Bulan Jelang Pensiun

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang