Daya Listrik Tetap, Kenapa Tagihan Justru Naik? Berikut Penjelasan PLN

Daya Listrik Tetap, Kenapa Tagihan Justru Naik? Berikut Penjelasan PLN, 1. Konsumsi daya dan jenis peralatan, 2. Sistem prabayar dan pascabayar, 3. Daya terpasang dan golongan tarif, 4. Kebiasaan pemakaian listrik

Keluhan soal tagihan listrik yang naik meski daya terpasang tidak berubah, dirasakan beberapa pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha di berbagai daerah.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama ketika tarif listrik per kilowatt hour (kWh) dinyatakan tetap oleh pemerintah dan PLN.

Banyak pelanggan mengira lonjakan tagihan selalu berkaitan dengan kenaikan tarif, padahal ada sejumlah faktor lain yang memengaruhi besarnya pembayaran listrik bulanan.

PLN menjelaskan bahwa perubahan tagihan listrik lebih sering dipicu pola pemakaian dan karakteristik peralatan, bukan semata-mata karena tarif atau daya terpasang.

Penyebab Tagihan Listrik Naik walau Daya Tetap

Meski tarif listrik per kWh tidak berubah, tagihan pelanggan bisa berbeda setiap bulan karena dipengaruhi konsumsi energi dan kebiasaan pemakaian di rumah maupun tempat usaha.

Dilansir dari laman PLN, Jumat (12/12/2025), berikut faktor-faktor yang membuat tagihan listrik melonjak walau daya tetap:

1. Konsumsi daya dan jenis peralatan

Besarnya tagihan listrik sangat dipengaruhi konsumsi daya dari peralatan elektronik yang digunakan di rumah atau tempat usaha setiap harinya.

Ada beberapa peralatan elektronik yang membuat tagihan listrik melonjak, di antaranya AC 1 PK yang membutuhkan daya listrik 800-900 watt per jam dan pemanas air.

Selain itu, kulkas besar dan mesin cuci juga bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tagihan listrik bulanan.

Untuk mengatasi masalah ini, PLN menyarankan pelanggan agar menggunakan peralatan hemat energi, mencabut steker saat tidak digunakan, serta mengatur pemakaian alat berat di luar jam puncak, yaitu pukul 17.00-22.00.

2. Sistem prabayar dan pascabayar

Perbedaan sistem pembayaran listrik juga memengaruhi persepsi pelanggan terhadap besaran tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan.

Pelanggan prabayar atau token dapat memantau pemakaian secara langsung karena token akan habis seiring energi yang dikonsumsi.

Sementara itu, pelanggan pascabayar membayar listrik di akhir bulan berdasarkan catatan meteran pemakaian.

Meski tarif dasar sama sesuai golongan, sistem prabayar dinilai lebih transparan dan memberi kontrol lebih besar terhadap penggunaan listrik harian.

3. Daya terpasang dan golongan tarif

Daya terpasang yang lebih besar membuat pelanggan memiliki biaya beban tetap yang juga lebih tinggi setiap bulannya.

Jika daya terlalu besar dari kebutuhan, pelanggan membayar kapasitas yang tidak terpakai, sedangkan daya terlalu kecil berisiko listrik padam akibat beban berlebih.

Karena itu, pemilihan daya listrik yang sesuai kebutuhan rumah tangga menjadi faktor penting dalam mengendalikan besaran tagihan.

PLN menyediakan fitur simulasi kebutuhan daya melalui aplikasi PLN Mobile untuk membantu pelanggan menentukan kapasitas listrik yang ideal.

4. Kebiasaan pemakaian listrik

Waktu penggunaan perangkat elektronik juga berperan besar dalam menentukan naik-turunnya tagihan listrik bulanan.

Saat libur panjang, misalnya, aktivitas di rumah meningkat sehingga penggunaan AC, televisi, dan peralatan elektronik lain menjadi lebih sering dan lebih lama.

Selain itu, cuaca panas mendorong pelanggan menurunkan suhu AC hingga 18–20 derajat Celsius, padahal suhu biasanya diatur pada kisaran 24–26 derajat Celsius.

Agar tagihan tidak membengkak, pelanggan PLN bisa membatasi penggunaan perangkat dan mengatur suhu AC yang dapat menurunkan tagihan listrik hingga 15–20 persen.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang