Jule Diduga Selingkuh dari Na Daehoon, Psikolog Jelaskan Dampak Perselingkuhan untuk Pasangan
Influencer Julia Prastini atau Jule, istri dari influencer asal Korea Selatan Na Daehoon, ramai dibicarakan warganet akibat beredarnya rumor perselingkuhannya dengan laki-laki bernama Safrie Ramadhan.
Daehoon lantas buka suara melalui unggahan di Instagram. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakata, sekaligus memohon agar anak-anaknya tidak terseret dalam isu yang menimpa keluarganya.
"Tapi saya mohon satu hal saja, tolong jaga anak-anak saya agar mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi," tulis Daehoon, dilaporkan oleh , Senin (20/10/2025).
Ia juga menyebut akan mengambil waktu untuk menenangkan diri dan kembali dengan senyum seperti biasanya.
Unggahan Daehoon menuai simpati publik. Banyak yang menilai Daehoon menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam menghadapi masalah rumah tangganya.
Namun, di balik ketenangan yang terlihat, pasangan yang diselingkuhi sebenarnya bisa mengalami konflik emosional yang cukup berat.
Lantas, sebenarnya apa yang dialami pasangan yang diselingkuhi dan bagaimana mereka bisa memulihkan diri tanpa terjebak pada rasa marah atau malu? Berikut penjelasan psikolog.
Apa rasanya diselingkuhi pasangan?
Rasa hancur dan perlu menyusun ulang pandangan hidup
Jule Julia Prastini terseret isu perselingkuhan dari Na Daehoon. Psikolog mengungkap konflik emosional yang dialami pasangan yang diselingkuhi.
Nadya Pramesrani, psikolog klinis dewasa, keluarga, dan pernikahan menjelaskan, perasaan yang dialami pihak yang diselingkuhi bisa sangat kompleks dan melelahkan.
"Perasaan yang dialami oleh pihak yang diselingkuhi macam-macam ya, tersakiti, kecewa, marah, terkhianati, merasa hidupnya hancur," jelas Nadya saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, pengkhianatan dari pasangan bisa membuat seseorang merasa seluruh pemahamannnya tentang hidup ikut runtuh.
"Karena pengetahuan atau informasi yang dia punya selama ini ternyata salah. Pandangan tentang dirinya terhadap pasangannya mungkin jadi berbeda, sehingga dia perlu untuk menyusun ulang pandangannnya, pemahamannya terhadap hidup in general (secara umum)," terangnya.
Dalam situasi seperti ini, banyak orang yang mengalami emotional rollercoaster yakni pada suatu waktu merasa kuat, tapi beberapa saat kemudian bisa merasa seolah tak sanggup lagi.
"Sering kali mereka mengalami emosional rollercoaster yang satu detik merasa mampu, 'Ayo kita lewatin ini' dan detik kemudian detik berikutnya bisa merasa this is too much (ini berlebihan)," kata Nadya.
Langkah pulih dari perselingkuhan, pahami akar masalahnya
Jangan langsung fokus ke masa depan
Meski publik sering menyoroti apa yang terjadi usai perselingkuhan, menurut Nadya, proses pemulihan justru dimulai dari memahami akar penyebabnya.
"Untuk bisa memulihkan diri, tentu adalah menyelesaikan apa yang menjadi penyebab perselingkuhan itu bisa terjadi in the first place (sejak awal)," ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak pasangan langsung fokus ke masa depan, seperti membuat janji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, tanpa tahu benar kenapa perselingkuhan itu bisa terjadi.
"Jadi sering kali orang langsung fokus ke depan, oke gimana supaya ke depannya janji enggak lagi (berselingkuh), tapi kalau kita tidak tahu sebenarnya, kita tidak paham apa yang membuat perselingkuhan itu terjadi di awal, ini juga yang membuat orang suka merasa on guard (siaga) ke depannya," jelasnya.
Pemahaman terhadap akar masalah ini penting, tidak hanya untuk memaafkan pasangan, tapi juga untuk memulihkan rasa percaya diri dan arah hidup setelah dikhianati.
Dengan kata lain, pemulihan dari perselingkuhan bukan tentang menutupi lukanya itu, tapi menutupnya dengan kesadaran yang penuh.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.