Sosok Ade Dedi, Lansia di Bandung yang Tewas Dianiaya Pemuda Mabuk Usai Tegur Pencuri

Kasus penganiayaan tragis yang menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Ade Dedi (62) di Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.
Ade Dedi meninggal dunia setelah dianiaya oleh seorang pemuda berinisial DRW (21) di depan sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) itu dianiaya setelah mencoba membantu menegur pelaku yang diduga mencuri di minimarket tersebut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Teguran
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa insiden bermula saat pelaku berinisial DRW, warga Kabupaten Bogor, masuk ke minimarket dalam kondisi mabuk.
Pelaku kedapatan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa menggunakan keranjang belanja.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat pelaku berbelanja dengan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa membayar. Pelaku ditegur pegawai minimarket, dan pada saat yang sama korban berada di lokasi ikut membantu menegur," ujar Hendra, Rabu (14/1/2026).
Setelah membayar sebagian barang senilai Rp 100.000 di kasir dan mengembalikan sisanya, pelaku terlibat percekcokan dengan korban di luar toko. Pelaku yang tidak terima dituduh mencuri kemudian menyerang korban secara membabi buta.
"Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh, menginjak bagian leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri," tambah Hendra.
Sempat Terkendala Biaya Rumah Sakit
Ade Dedi sempat dilarikan ke RSUD Ujungberung dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun, keluarga korban mengaku sempat mengalami kesulitan biaya.
Istri korban, Wati, mengungkapkan bahwa mereka harus menanggung biaya awal secara mandiri hingga sempat membawa pulang korban ke rumah karena keterbatasan dana sebelum akhirnya dirujuk kembali.
Tiga hari setelah perawatan, Ade Dedi dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat pada bagian belakang kepala.
Wati juga menyayangkan sikap warga di sekitar lokasi yang terkesan abai saat suaminya dianiaya.
"Banyak orang di lokasi, tapi di video tidak terlihat ada yang menolong," kata Wati dalam keterangannya.
Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp 50 Juta
Tragedi ini memicu keprihatinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM itu menemui keluarga korban dan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta. Rinciannya, Rp 25 juta untuk biaya tahlilan dan Rp 25 juta untuk kelangsungan hidup istri korban.
Dedi Mulyadi juga mengkritik prosedur rumah sakit yang sempat menghambat penanganan medis karena masalah biaya.
"Dalam kondisi darurat, rumah sakit seharusnya langsung memberikan pelayanan tanpa menunggu jaminan biaya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menanggung dengan mekanisme pelaporan," tegas Dedi.
Pelaku Mengaku Sebagai "Anggota"
Saat kejadian, pelaku DRW sempat melontarkan gertakan dengan mengaku sebagai anggota yang menguasai wilayah Cibiru dan Panyileukan.
"Saya anggota bapak, yang pegang Cibiru dan sini om saya," ujar pelaku saat adu mulut, meski tidak menjelaskan secara rinci organisasi atau instansi yang dimaksud.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyatakan pelaku kini telah ditangkap oleh unit reskrim Polsek Panyileukan. Pelaku dijerat dengan Pasal 466 ayat 2 dan 468 ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.
"Ancaman hukumannya 10 tahun penjara. Kami juga masih mendalami CCTV untuk memastikan apakah ada niat kesengajaan untuk mencuri," pungkas Anton.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas. com dengan Juduldan TribunJabar.id dengan judul Sosok Ade Dedi Lansia yang Dianiaya Pemuda hingga Tewas di Bandung Ternyata Pertugas Limnas
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang