Menkes Ungkap Lebih dari 70 Persen Kematian Kecelakaan Nataru Didominasi Pengendara Motor

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih didominasi oleh pengguna sepeda motor.
Berdasarkan evaluasi data pemerintah, lebih dari 70 persen korban meninggal dunia merupakan pengendara kendaraan roda dua.
“Kematian ini karena kecelakaan roda dua atau sepeda motor. Lebih dari 70 persen yang wafat itu adalah pengguna kendaraan roda dua,” ujar Budi Gunadi Sadikin usai meninjau Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Senin (22/12/2025).
Angka Kecelakaan Turun, Fatalitas Justru Naik
Budi menjelaskan, evaluasi data kecelakaan lalu lintas menunjukkan adanya anomali. Meski jumlah kecelakaan selama libur Nataru mengalami penurunan, angka kematian justru meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Ia merinci, jumlah kecelakaan lalu lintas turun dari sekitar 3.000 kasus pada akhir 2023 menjadi sekitar 2.700 kasus pada tahun lalu. Namun, pada periode yang sama, angka kematian justru naik dari kisaran 400 jiwa menjadi 485 jiwa.
Kondisi tersebut, menurut Menkes, perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pengguna jalan, karena penurunan jumlah kecelakaan tidak otomatis diikuti dengan menurunnya tingkat fatalitas.
Mayoritas Kecelakaan Terjadi di Jalan Arteri
Selain faktor dominasi kendaraan roda dua, Budi juga menyoroti lokasi kecelakaan yang mayoritas terjadi di jalan non-tol. Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 95 persen kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur arteri atau jalan biasa.
“Sebagian besar dari kecelakaan ini, lebih dari 95 persen, terjadinya bukan di jalan tol,” katanya.
Oleh karena itu, Menkes mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan liburan menggunakan sepeda motor agar lebih berhati-hati, menjaga kondisi fisik tetap prima, menggunakan helm standar, serta tidak membawa barang secara berlebihan.
Kementerian PU Siagakan 590 Posko
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pihaknya turut mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Nataru dengan menyiagakan 590 posko di seluruh Indonesia.
Dody mengingatkan para pengendara sepeda motor untuk tidak memaksakan diri saat berkendara.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan posko yang tersedia sebagai tempat beristirahat apabila merasa lelah di perjalanan.
“Harga satu nyawa sudah sangat mahal, sehingga sebaiknya kita sama-sama ikut menjaga, berangkat selamat dan pulang kembali dengan sehat menyongsong tahun baru 2026,” ujar Dody.
Kapolri: Sinergi Jadi Kunci Pengamanan Nataru
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sinergisitas antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan dan pengamanan optimal kepada masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Sinergisitas adalah kunci. Keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru ini adalah keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Natal dan tahun baru. Oleh karena itu, kita terus bekerja sama bersatu padu dari pusat dan daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Sigit saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Kapolri memastikan seluruh personel Polri siap memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik bagi masyarakat selama masa libur Nataru.
Pada masa libur Nataru, personel kepolisian akan disiagakan di berbagai titik rawan pergerakan masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi maupun telah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Khusus bagi wilayah-wilayah yang akan atau memiliki potensi terdampak bencana, tolong sekali lagi tolong belajar dari pengalaman rekan-rekan kita yang ada di Sumatera. Rekan-rekan bisa mempersiapkan dengan jauh lebih baik,” tuturnya.
Operasi Lilin 2025 Libatkan 146.701 Personel Gabungan
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus Nataru, Polri menggelar Operasi Lilin 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Operasi ini melibatkan kolaborasi Polri, TNI, kementerian/lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kapolri menyebutkan, total personel gabungan yang dilibatkan mencapai 146.701 orang. Rinciannya, 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Dalam Operasi Lilin 2025, Polri juga menyiapkan ribuan posko, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Tercatat sebanyak 44.436 objek pengamanan, meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga lokasi perayaan.
“Pos pengamanan yang biasanya kita bangun, kita siapkan di lokasi-lokasi ibadah, tempat wisata untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar mulai dari patroli, kemudian kunjungan ke lokasi wisata, dan sebagainya,” ucap Sigit.
Selain itu, terdapat 763 pos pelayanan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat sementara bagi pengendara di jalur arteri, serta 333 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat komando dan kendali operasi.
Kapolri juga meminta seluruh jajaran dan pihak terkait untuk terus memantau ramalan cuaca serta imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama periode Nataru.
“Rekan-rekan betul-betul harus terus bekerja sama memonitor BMKG dan kemudian menginformasikan dan bila perlu memberikan larangan kalau memang di tempat-tempat wisata terjadi kerawanan, kerja sama dengan pemerintah daerah, kerja sama dengan stakeholder terkait,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang