Supermodel Anok Yai Ungkap Penyakit Bawaan yang Merusak Paru-parunya: Aku Kesulitan Bernapas
Di balik sorotan kamera, gemerlap panggung mode, dan deretan prestasi bergengsi, kehidupan para supermodel tak selalu seindah yang terlihat. Tahun 2025 menjadi salah satu fase paling gemilang dalam karier Anok Yai, namun, di saat bersamaan, ia juga harus menghadapi ujian berat yang nyaris tak diketahui publik.
Baru-baru ini, Anok akhirnya buka-bukaan tentang kondisi kesehatan serius yang selama ini ia sembunyikan. Supermodel 28 tahun ini mengungkap bahwa dirinya didiagnosis memiliki penyakit bawaan atau congenital defect yang membuat jantungnya bekerja terlalu keras dan perlahan merusak paru-parunya.
Kondisi tersebut berdampak serius hingga membuatnya mengalami kesulitan bernapas. Pengakuan tersebut ia sampaikan melalui unggahan Instagram yang emosional, beberapa waktu lalu. Scroll untuk info selanjutnya...
Dalam unggahan panjang itu, Anok Yai membagikan kisah perjuangan melawan penyakitnya selama satu tahun terakhir. “Selama setahun terakhir, aku berjuang dengan pertempuran diam-diam ini,” tulis Anok Yai.
“Aku secara tidak sengaja mengetahui bahwa aku memiliki cacat bawaan yang membuat jantungku bekerja berlebihan dan perlahan menghancurkan paru-paruku,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari People, Senin, 22 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, Anok Yai juga memperlihatkan potret dan video dirinya selama menjalani perawatan di NYU Langone Health, New York City. Ia tampak berbaring di ranjang rumah sakit, membaca buku, hingga menghirup oksigen dari alat bantu pernapasan saat proses pemulihan pascaoperasi.
Ia lalu menceritakan bagaimana kondisi tersebut berkembang dari waktu ke waktu. “Apa yang awalnya tidak bergejala selama sebagian besar hidupku berubah menjadi batuk yang tak kunjung sembuh, lalu menjadi nyeri dada, episode batuk berdarah, dan pada akhirnya, di beberapa waktu, aku kesulitan bernapas,” ungkapnya.
Meski mengalami gejala yang semakin serius, Anok Yai mengaku tetap memaksakan diri untuk bekerja sambil mencari penanganan medis yang tepat. “Aku memilih untuk tetap bekerja sambil mencoba menemukan dokter yang tepat dan waktu yang tepat,” tulisnya.
“Aku dengan cepat menyadari bahwa tidak akan pernah ada ‘waktu yang tepat’, (karena) kesehatanku hanya akan terus memburuk.”
Anok Yai tidak merinci secara detail diagnosis medis yang ia alami. Namun, ia mengungkap bahwa dirinya menjalani operasi paru menggunakan teknologi robotik.
Operasi ini merupakan teknik bedah paru minimal invasif yang dilakukan melalui sayatan kecil dengan bantuan sistem robotik. Dalam refleksi pribadinya, Anok Yai juga menyinggung soal pola pikirnya selama ini.
“Aku selalu berpikir aku bisa mengalahkan apa pun atau berlari lebih cepat dari apa pun,” tulisnya. “Tapi semesta punya caranya sendiri untuk memperlambatmu dan menyadarkanmu.”
Ia tak lupa menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dokter dan tim medis yang menanganinya. Ucapan terima kasih juga ia tujukan kepada orang-orang terdekatnya.
“Dan terima kasih kepada teman-teman dan keluargaku karena menjadi hal pertama yang kulihat saat aku terbangun,” tulis Anok Yai. “Untuk sekarang aku sedang memulihkan diri … tapi aku akan kembali. Sampai jumpa,” tulisnya disertai emoji hati.
Dalam salah satu video lain yang ia bagikan, Anok Yai terlihat menjelang masuk ruang operasi. Suasana haru bercampur hangat terasa ketika keluarganya tertawa saat ia bertanya dengan polos, “apakah rambutku terlihat bagus?”
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dukungan dari para selebritas dan rekan sesama model, yang mendoakan kesembuhan dan mengapresiasi keberanian Anok Yai untuk berbagi kisah personalnya.