Teknologi Endoskopi Terbaru dan Robotik Bantu Deteksi Kanker Lebih Cepat hingga Operasi Ortopedi Lebih Presisi
Kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit, terutama kanker saluran cerna dan kolorektal, terus meningkat. Salah satu faktor pendorongnya adalah pemahaman baru mengenai perkembangan teknologi medis, seperti endoskopi generasi terbaru dan robotik untuk tindakan ortopedi.
Dua bidang ini menjadi perhatian karena mampu menentukan kualitas hidup pasien di masa depan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terhadap kanker ataupun gangguan tulang dan sendi.
Dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar di Jakarta, tiga dokter dari Malaysia membagikan perkembangan teknologi dalam dunia medis yang kini banyak membantu pasien di Asia Tenggara.
Salah satu topik yang paling banyak menarik perhatian adalah kanker saluran cerna atas. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Padahal, pada tahap awal peluang sembuh sangat tinggi.
"Namun, begitu mencapai stadium 3, peluangnya menjadi hanya 'berpotensi sembuh'. Pada stadium 4, tujuan pengobatan bukan lagi kuratif, melainkan supportive atau penunjang saja," jelas Dr. Tee Sze Chee dari Sunway Medical Centre Damansara, Pakar Bedah Saluran Cerna Atas dan Bedah Umum di Jakarta pada Sabtu, 29 November 2025.
Perkembangan endoskopi generasi terbaru kini memungkinkan pemeriksaan yang jauh lebih detail dibandingkan beberapa tahun lalu. Teknologi pencahayaan dan imaging resolusi tinggi mampu menemukan luka, polip, bahkan sel-sel abnormal yang sebelumnya sulit terdeteksi. Inilah yang kemudian menurunkan risiko keterlambatan diagnosis.
Selain perawatan medis seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, dukungan nutrisi dan psikologis juga tidak kalah penting. Dr. Tee menekankan bahwa pasien harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait perawatan.
“Sampaikan segera kepada dokter jika muncul gejala baru atau efek samping selama perawatan… Jangan menunda perawatan, serta jangan menyembunyikan keluhan dari dokter atau mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.
Kanker kolorektal menjadi salah satu penyakit yang kini sering muncul pada usia produktif. Menurut Dr. Siti Mayuha, penyebab pasti penyakit ini memang belum sepenuhnya dikenal.
"Penyebab pasti kanker kolorektal belum diketahui. Namun, penyakit ini umumnya muncul akibat kombinasi beberapa faktor, seperti; mutasi genetik… gaya hidup dan pola makan tidak sehat," jelasnya.
Ia juga memberikan gambaran jelas mengenai peluang bertahan hidup berdasarkan stadium. Dengan makin cepat kanker dideteksi, makin besar pula potensi keberhasilan perawatan.
"Perkiraan angka kelangsungan hidup 5 tahun berdasarkan stadium adalah; Stadium 1: 80–90%, Stadium 2: 70–80%, Stadium 3: 50–70% dan Stadium 4: 20–30%," tambahnya.
Peran endoskopi kolonoskopi yang semakin canggih menjadi kunci untuk menemukan perubahan kecil di usus besar sebelum berkembang menjadi kanker.
Masalah lain yang juga disorot adalah perlunya pemahaman bahwa bedah plastik tidak selalu soal estetika. Dr. Jagjeet Singh menjelaskan bahwa ada dua jenis utama bedah plastik, yakni rekonstruksi dan kosmetik.
"Bedah plastik rekonstruksi, untuk memperbaiki cacat akibat cedera, penyakit, kanker kulit… Kalau bedah plastik kosmetik atau estetika, tidak ada masalah pada kesehatan. Dan yang paling penting bagi pasien bedah plastik adalah harapannya mesti realistis," tegasnya.
Teknologi modern kini membuat prosedur rekonstruksi maupun estetika menjadi lebih aman, minim luka, dan waktu pemulihan lebih cepat.
Kemajuan lain yang tidak kalah menarik adalah penggunaan sistem robotik dalam operasi ortopedi. Dengan robot, dokter dapat melakukan tindakan pada lutut, pinggul, atau tulang belakang dengan presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Robotik membantu mengurangi risiko komplikasi, mempercepat penyembuhan, dan meningkatkan akurasi peletakan implan. Bagi pasien usia lanjut atau atlet dengan cedera kompleks, teknologi ini kini menjadi pilihan yang semakin banyak direkomendasikan.
Kemajuan teknologi medis, mulai dari endoskopi hingga robotik, membuka harapan baru bagi pasien. Yang terpenting, masyarakat semakin memahami bahwa deteksi dini dan konsultasi medis yang tepat adalah kunci menuju pengobatan yang lebih efektif.
Teknologi medis modern yang telah disebutkan bisa didapatkan oleh pasien di rumah sakit besar dan Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk salah satunya di Sunway Medical Centre Damansara yang berlokasi tidak jauh dari Bukit Bintang Kuala Lumpur.