Viral Makeup Psycho Romantic, Ternyata Gegara Lagu Nanda Prima
Fenomena tren kecantikan bertema psycho romantic tengah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Gaya riasan dengan nuansa lebam, ekspresi luka batin, serta sentuhan dramatis ini mendadak viral dan menarik perhatian publik.
Di balik tren tersebut, nama penyanyi sekaligus kreator konten asal Indonesia, Nanda Prima, menjadi sosok yang disebut sebagai pemicunya. Popularitas makeup psycho romantic ini tidak lepas dari perilisan single terbarunya yang berjudul “Berujung Tajam”. Scroll lebih lanjut yuk!
Penyanyi dan kreator konten dari Indonesia, Nanda Prima yang akhirnya merilis single terbarunya “Berujung Tajam” tampil ikonik dalam single terbarunya “Berujung Tajam”.
Lagu “Berujung Tajam” ini juga merupakan bagian dari album "Monolog dengan Bayangan" dirilis oleh Nanda Prima dan lagu ini telah mencapai 100,000 streams di Spotify sejak pertama kali dirilis pada 21 November 2025.
Namun tidak hanya lagu tematik ini yang mencuri perhatian, namun juga dengan make up wajah bertema psycho romantic. Makeup ini adalah kiasan dari perasaan yang babak belur karena hubungan Silent treatment. Banyak influencer bahkan makeup artist yang ikut tertantang meramaikan make up challenge lagu berujung tajam dan sudah mendapatkan banyak respond dan sambutan di sosial media.
Konsep psycho romantic yang diusung Nanda Prima bukan sekadar estetika visual, melainkan perpanjangan pesan emosional dari lagu “Berujung Tajam”. Dengan membawa tema soal lagu berujung tajam sebagai sindiran untuk semua pasangan yang terbiasa diam dan menyimpan perasaan saat ada masalah. Diam yang akhirnya menumpuk dan berujung tajam. Hubungan silent treatment ini biasanya berakhir fatal.
Memendam dan akhirnya menumpuk dan meledak. Tema dan pesan ini yang sebenarnya ingin diangkat juga dalam challenge make up yang menjadi ramai di sosial Media. Pesan tersebut dinilai relevan dengan banyak pengalaman personal generasi muda, sehingga mudah memicu resonansi emosional.
Dari sisi musikalitas, lagu ini juga mendapat perhatian karena pendekatan liriknya yang dinilai berani dan tidak berputar-putar. Roby Geisha, komposer lagu ini, mengatakan bahwa tema lagu ini belum pernah ditulis dengan diksi lirik yang sangat tegas, lugas, dan terang-terangan.
"Karakter vokal pop rock Nanda Prima sangat mewakili tema psycho romantic ini," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekuatan lagu ini tidak hanya terletak pada visual viralnya, tetapi juga pada karakter vokal dan pesan yang dibawakan.
Album "Monolog dengan Bayangan" berisikan 8 lagu yang menggambarkan perasaan yang babak belur karena hubungan silent treatment. Nanda Prima hadir di industri musik Indonesia tidak dengan cara yang biasa.
"Dia rebel seperti karakter vokalnya," ucap Roby Geisha.
Sementara itu, Executive Producer GSI Records, Yusqi Hamdan, mengatakan bahwa album ini adalah bentuk keseriusan GSI dalam pengembangan karir influencer yang berbakat di musik.
"Sejak awal kami memilih untuk memproduksi album yang utuh agar tidak terbentur isu hak cipta yang sedang ramai saat ini," ujarnya.
Lagu "Berujung Tajam" telah dirilis di semua platform digital dan Video Visualizer "Berujung Tajam" telah dirilis pada 28 November, serta video lainnya akan dirilis secara bertahap mulai awal Januari 2026.
Selain itu, Nanda Prima juga akan menampilkan konser perdananya di Amazin Concert di kota Lumajang pada 1 Februari 2026. Selain itu Konsep psyco romance Nanda Prima yang ramai menarik perhatian publik di sosial media tiktok ini juga membuat banyak kreator tiktok yang mengekspresikan lebam seperti cover album nanda.
Animo ini membuat nanda prima membuat challenge tiktok berujung tajam. Melalui perpaduan musik, visual, dan strategi digital yang kuat, Nanda Prima berhasil menjadikan karya terbarunya bukan sekadar lagu, melainkan sebuah fenomena budaya pop yang memicu tren dan percakapan luas di ranah hiburan tanah air.