Ini Lagu 'Erika' dari Mahasiswa ITB yang Viral Gegara Liriknya Mesum
Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang menampilkan sekelompok mahasiswa menyanyikan lagu berjudul “Erika”. Lagu tersebut dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) yang berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Tambang di Institut Teknologi Bandung (HMT ITB).
Konten ini menuai sorotan luas karena liriknya dianggap mengandung unsur vulgar dan dinilai merendahkan perempuan. Scroll lebih lanjut yuk!
Peristiwa ini mencuat di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai isu sensitif di lingkungan kampus, terutama yang berkaitan dengan etika serta perilaku mahasiswa.
Video tersebut pertama kali viral setelah diunggah oleh akun X @iPoopBased pada Senin, 13 April 2026, dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform digital.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah mahasiswa bernyanyi bersama sambil berjoget mengikuti alunan musik. Lagu yang dibawakan menceritakan kisah seorang mahasiswa yang terpikat pada seorang janda bernama Erika, dengan lirik yang kemudian memicu perdebatan di kalangan warganet.
Berikut lirik lagu yang menjadi sorotan:
Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa
Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam – diam main gila
Sambil bawa botol fanta, siapa mau boleh coba
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Pagi – pagi Erika mandi, lenggak – lenggok di pinggir kali
Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Himpunan Mahasiswa Tambang ITB segera memberikan klarifikasi melalui akun media sosial resmi mereka. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,” tulis pernyataan tersebut.
Mereka juga menegaskan kesadaran akan sensitivitas isu yang berkembang di masyarakat.
“Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," lanjut pernyataan itu.
Pihak himpunan menjelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang telah ada sejak era 1970-an. Adapun lagu “Erika” sendiri disebut sebagai karya lama yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1980-an.
Meski demikian, HMT ITB mengakui adanya kelalaian dalam membawakan lagu tersebut di ruang publik saat ini. Mereka menilai penampilan tersebut tidak mempertimbangkan perkembangan norma sosial serta nilai kesusilaan yang berlaku di masyarakat modern.
Sebagai langkah lanjutan, pihak himpunan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan seluruh konten terkait dari platform resmi mereka. Kasus ini pun menjadi pengingat penting bagi lingkungan akademik untuk lebih peka terhadap isu gender, etika, serta dampak sosial dari setiap aktivitas yang dilakukan di ruang publik, termasuk dalam kegiatan seni dan hiburan.