Menteri Keuangan Purbaya Ternyata Pernah Diancam Cerai oleh Istri Gegara Hal Ini

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu menteri yang paling mendapat banyak sorotan publik. Bukan hanya soal kebijakan-kebijakan yang dibuatnya selama satu bulan belakangan ini. Gaya bicaranya yang ceplas ceplos juga menarik perhatian masyarakat terutama di kalangan gen z. Bahkan banyak publik yang menganggap Menkeu Purbaya sebagai sosok perwakilan gen z.

Namun dibalik gaya bicaranya yang ceplas ceplos, ternyata menkeu Purbaya pernah diancam diceraikan oleh sang istri. Kok bisa?

Dalam potongan video podcast dan diunggah ulang di akun gosip @pembasmi.kehaluan.reall hal ini bermula dari Purbaya yang mengalami kesulitan belajar saat menempuh pendidikan ekonomi di luar negeri.

Disebutnya, pelajaran ekonomi adalah pelajaran yang paling sulit. Bahkan dia mengaku satu bulan bersekolah di luar negeri sempat membuatnya menyerah. Hal ini lantaran dirinya tak mengerti tentang bidang yang dipilihnya saat itu.

”Saya sekolah saya pikir paling gampang ekonomi kan. Karena orang Indonesia berpikir ekonomi adalah hafalan saya salah. Setelah saya sekolah di sana, itu ilmu yang susah sekali rupanya. Satu bulan sekolah, saya hampir menyerah karena saya baca tiap hari, enggak ngerti-ngerti,”kata dia.

Dijelaskannya dua bulan pertama dirinya menyerah. Purbaya kemudian menghadap istrinya Ida Yulidina untuk pulang ke Indonesia jika semester yang diampunya selesai.

”Jadi satu dua bulan pertama itu saya nyerah saya menghadap istri saya kan  Saya bilang ke dia 'ini pelajaran ternyata susah. Dulu saya orangnya sombong saya pikir orang ITB kan pinter, semua pasti bisa dipelajari ternyata ini nggak bisa, nggak ngerti-ngerti. Saya menghadap dia ’ini sudah akhir semester ini kita pulang ya',” kenang Purbaya.

Mendengar pernyataan sang suami, Ida kemudian menuruti keinginannya. Namun siapa sangka dibalik persetujuan itu sang istri langsung mengancam untuk cerai. Mendapati ancaman itu, Purbaya langsung mengurungkan niatnya untuk berhenti sekolah.

”Dia (Ida) bilang 'iya, kita pulang ke Indonesia. Sampai Indonesia kamu saya cerai'. Jadi saya takut kalau diceraikan saya rugi udah keluar kerja, duit sudah kepakai, istri hilang pula, habislah saya,” kata dia.

Belajar dari pengalaman itu, Purbaya paham bahwa seseorang itu tidak bisa sendiri. Mereka membutuhkan dukungan dari orang lain untuk bisa maju.

”Jadi saya belajar lagi, saya bilang ke dia 'kamu dukung saya belajar terus, saya akan belajar, sampai selesai'. Dia bilang 'oke saya dukung'. Ya itulah, kita butuh dukungan ternyata kita enggak bisa jalan sendiri, harus ada pendukung,” kata dia.