Punya Rp150 Juta, Lebih Untung Beli Mobil Baru atau Bekas?
Memiliki dana sekitar Rp150 juta membuat banyak orang dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Dengan uang tersebut, konsumen bisa membawa pulang mobil baru dari segmen Low Cost Green Car (LCGC), atau memilih mobil bekas yang berasal dari kelas lebih tinggi.
Di pasar mobil baru, pilihan di rentang harga tersebut memang tidak terlalu banyak. Dari penelusuran VIVA Otomotif Senin 8 Juni 2026, beberapa model yang masih bisa dilirik antara lain Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Calya varian bawah. Mobil-mobil tersebut menawarkan keunggulan berupa kondisi kendaraan yang masih baru, garansi pabrikan, serta biaya perawatan yang relatif mudah diprediksi.
Namun jika melirik pasar mobil bekas, dana Rp150 juta membuka pilihan yang jauh lebih luas. Konsumen bisa menemukan Toyota Avanza generasi terbaru tahun awal, Mitsubishi Xpander produksi awal, Honda BR-V, Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki Ertiga, hingga sejumlah sedan dan SUV kompak yang saat baru memiliki harga jauh lebih mahal.
Perbedaan paling terasa bukan hanya pada ukuran kendaraan, melainkan juga biaya kepemilikan setelah mobil digunakan sehari-hari. Mobil baru dari segmen LCGC umumnya memiliki mesin berkapasitas kecil yang lebih hemat bahan bakar. Untuk penggunaan sekitar 1.000 kilometer per bulan, biaya bensin biasanya masih berada di bawah Rp1 juta.
Selain itu, selama beberapa tahun pertama pemilik juga tidak perlu terlalu khawatir dengan risiko kerusakan besar karena usia kendaraan masih muda dan sebagian servis berkala mendapat dukungan dari jaringan resmi.
Sementara itu, mobil bekas di kelas MPV atau SUV kompak memang menawarkan kabin yang lebih lega, mesin lebih bertenaga, dan fitur yang lebih lengkap. Namun konsumsi bahan bakarnya umumnya lebih tinggi dibanding LCGC. Pengeluaran bulanan untuk bensin bisa mendekati Rp1 juta hingga lebih dari Rp1,2 juta tergantung pola penggunaan.
Belum lagi faktor usia kendaraan yang membuat pemilik harus siap menghadapi biaya perawatan tambahan. Penggantian aki, ban, kampas rem, shockbreaker, hingga perbaikan kaki-kaki merupakan hal yang lumrah pada mobil yang sudah berumur beberapa tahun. Meski tidak selalu terjadi setiap bulan, biaya tersebut tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari ongkos kepemilikan.