Top 10+ Wilayah di Pulau Jawa yang Cocok untuk Slow Living, Yogyakarta Kalah Saing

slow living, kota slow living di jawa tengah, kota slow living di jawa timur, kota slow living di jawa barat, kota slow living di indonesia, kota slow living, kota slow living di jawa, kota slow living kompas, 10 Wilayah di Pulau Jawa yang Cocok untuk Slow Living, Yogyakarta Kalah Saing, 1. Kedu Raya (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, dan Kota Magelang), 2. Tasikmalaya Raya (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar), 3. Banyumas Raya (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purwokerto), 4. Malang Raya (Malang, Lumajang, Probolinggo, Kota Malang, Kota Probolinggo, dan Kota Batu), 5. Kedungsepur (Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Kota Salatiga, dan Kota Semarang), 6. Tapal Kuda (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo), 7. Solo Raya (Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kota Surakarta), 8. Bandung Raya (Bandung, Sumedang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi), 9. Kediri Raya (Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Nganjuk, Kota Kediri, Kota Blitar), 10. Madiun Raya (Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Kota Madiun)

Gaya hidup slow living mulai diidam-idamkan sebagian orang, terutama yang sedang mempersiapkan masa pensiun.

Sebagian orang mencari tempat tinggal yang menawarkan suasana tenang, udara bersih, dan ritme hidup yang lebih santai. 

Tren ini tak hanya digemari oleh mereka yang ingin mengurangi stres, tetapi juga bagi keluarga yang ingin kualitas hidup lebih baik dan lansia yang membutuhkan lingkungan nyaman.

Berdasarkan hasil analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, sepuluh wilayah di Pulau Jawa menempati posisi teratas dalam daftar kawasan yang cocok untuk menjalani hidup slow living.

Lalu, wilayah mana sajakah itu? Apakah ada Solo dan Yogyakarta? Simak jawabannya berikut ini.

10 Wilayah di Pulau Jawa yang Cocok untuk Slow Living

Tim Jurnalisme Data Harian Kompas telah mengumpulkan 30 wilayah di seluruh Indonesia yang cocok untuk menjalani gaya hidup slow living.

Dari daftar tersebut, beberapa wilayah yang dinilai ideal bagi orang yang ingin hidup santai berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Berikut daftar selengkapnya:

1. Kedu Raya (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, dan Kota Magelang)

  • Skor: 70,72.

2. Tasikmalaya Raya (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar)

  • Skor: 67,21.

3. Banyumas Raya (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purwokerto)

  • Skor: 63,31.

4. Malang Raya (Malang, Lumajang, Probolinggo, Kota Malang, Kota Probolinggo, dan Kota Batu)

  • Skor: 61,46.

5. Kedungsepur (Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Kota Salatiga, dan Kota Semarang)

  • Skor: 59,04.

6. Tapal Kuda (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo)

  • Skor: 58,96.

7. Solo Raya (Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kota Surakarta)

  • Skor: 58,01.

8. Bandung Raya (Bandung, Sumedang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi)

  • Skor: 57,34.

9. Kediri Raya (Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Nganjuk, Kota Kediri, Kota Blitar)

  • Skor: 57,09.

10. Madiun Raya (Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Kota Madiun)

  • Skor: 56,28.

Skor Penilaian Wilayah yang Cocok untuk Slow Living

Dilansir dari Kompas.id, Senin (16/12/2024), Tim Jurnalisme Data Harian Kompas merujuk enam indeks global untuk menentukan indeks kota/kabupaten yang ideal untuk slow living dan nyaman bagi lansia.

Dari enam indeks global tersebut, Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menggunakan delapan komponen utama sebagai indikator penilaian.

Delapan komponen yang diukur adalah ekonomi, infrastruktur, keamanan, kesehatan, lingkungan, pemerintahan, sosial, dan teknologi.

Masing-masing komponen terdiri dari satu hingga enam indikator yang datanya tersedia di level kota dan kabupaten.

Berdasarkan komponen ekonomi, kawasan Tapal Kuda berada di peringkat pertama dengan skor 26,37.

Wilayah tersebut mengungguli Tasikmalaya Raya yang memperoleh skor 24,09 dan Kedu Raya 23,82.

Sementara itu, komponen infrastruktur dimenangkan oleh Bandung Raya dengan skor 12,96 disusul Bukapalipatar 12,95, Kedungsepur 10,65, dan Banyumas Raya 10,65.

Tasikmalaya Raya kemudian unggul dalam komponen keamanan dengan skor 4,72.

Wilayah tersebut unggul atas Bandung Raya 4,72, Kedu Raya 4,39, Banyumas Raya 4,39, dan Kedungsepur 4,39.

Tim Jurnalis Data Harian Kompas juga mengukur komponen kesehatan yang menempatkan Solo Raya di posisi teratas dengan skor 12,37.

Kedungsepur berada di posisi kedua dengan skor 11,04, Kediri Raya 10,88, Malang Raya 9,83, dan Bandung Raya 9,46.

Khusus komponen lingkungan, Kedu Raya menempati posisi nomor satu dengan perolehan skor 18,28 di atas Tasikmalaya Raya 18,11 dan Bandung Raya 18,07.

Kedu Raya kembali unggul dalam komponen tata kelola dengan skor 1,92 unggul atas Banyumas Raya 1,92, Kedungsepur 1,92, Solo Raya 1,92, dan Malang Raya 1,32.

Meski begitu, Kedu Raya tertinggal dari Kedungsepur dalam komponen sosial.

Skor Kedungsepur dalam komponen ini mencapai 4, sementara Kedu Raya hanya 3,72, Solo Raya 2,86, Banyumas Raya 2,71, dan Bandung Raya 2,01.

Pada komponen teknologi, Malang Raya berada di peringkat teratas dengan skor 1,98.

Kawasan tersebut unggul atas Tapal Kuda 1,98, Kediri Raya 1,98, dan Bukapalipatar 1,97.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang