Bukan Yogyakarta atau Solo, Kenapa Kedu Raya Jadi Wilayah yang Cocok untuk Slow Living?

Kedu Raya, slow living, kota slow living di jawa tengah, kota slow living di jawa timur, kota slow living di indonesia, kota slow living, kota slow living di jawa, kedu raya, kedu raya magelang, kedu raya slow living, kedu raya kawasan terbaik untuk hidup tenang, Bukan Yogyakarta atau Solo, Kenapa Kedu Raya Jadi Wilayah yang Cocok untuk Slow Living?

Kawasan Kedu Raya menempati posisi pertama sebagai wilayah yang paling cocok untuk menjalani gaya hidup slow living.

Hasil ini berdasarkan analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas yang diterbitkan pada Desember 2024.

Kedu Raya sendiri mencakup beberapa kabupaten dan kota, yakni Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Kota Magelang.

Berdasarkan penilaian Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, Kedu Raya meraih skor tertinggi sebagai wilayah ideal untuk hidup slow living, yakni 70,72.

Angka ini mengungguli wilayah lain seperti Tasikmalaya Raya (67,21), Banyumas Raya (63,31), dan Malang Raya (61,46).

Menariknya, skor Kedu Raya  lebih tinggi dibandingkan Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selama ini dikenal sebagai tujuan populer bagi mereka yang ingin menikmati hidup santai.

Lalu, apa yang membuat Kedu Raya layak dinobatkan sebagai wilayah terbaik untuk slow living?

Kenapa Kedu Raya Jadi Wilayah yang Cocok untuk Slow Living?

Dilansir dari Kompas.id, Senin (16/12/2024), Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menggunakan enam indeks global untuk menentukan indeks kawasan yang cocok untuk hidup slow living dan nyaman bagi lansia.

Dari enam indeks global tersebut, terdapat delapan komponen utama yang menjadi dasar penilaian, yakni ekonomi, infrastruktur, keamanan, kesehatan, lingkungan, pemerintahan, sosial, dan teknologi.

Kedu Raya berada di peringkat ketiga dengan skor 23,82 berdasarkan komponen ekonomi.

Kedu Raya berada di bawah Tapal Kuda di urutan pertama dengan skor 26,37 dan Tasikmalaya Raya di posisi kedua dengan skor 24,09.

Kawasan Tapal Kuda terdiri dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo, sedangkan Tasikmalaya Raya mencakup Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar.

Komponen ekonomi terbagi menjadi empat indikator, yakni pengeluaran bulanan, harga properti, tingkat pengangguran, dan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita.

Kedu Raya juga berada di peringkat ketiga berdasarkan komponen keamanan dengan skor 4,39.

Posisi pertama dalam komponen ini diraih oleh Tasikmalaya (4,72) dan Bandung Raya (4,72).

Adapun Bandung Raya meliputi Bandung, Sumedang, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Meski tertinggal di dua komponen dari Tasikmalaya Raya, Kedu Raya berada di peringkat pertama berdasarkan skor lingkungan.

Kedu Raya memperoleh nilai 18,28 di atas Tasikmalaya Raya yang mendapatkan skor 18,11 dan Bandung Raya 18,07.

Wilayah ini juga unggul dalam komponen tata kelola dengan skor 1,92.

Kedu Raya unggul atas Banyumas Raya dan Kedungsepur dengan raihan skor yang sama.

Adapun Kedungsepur terdiri dari Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Kota Salatiga, dan Kota Semarang.

Hal lain yang membuat Kedu Raya unggul adalah skor sosial yang mencapai 3,75.

Pada komponen ini, Kedu Raya berada di peringkat kedua di antara Kedungsepur di posisi pertama (skor 4) dan Solo Raya (skor 2,86).

Perolehan skor yang diraih Kedu Raya di setiap komponen dapat dilihat melalui grafik berikut ini:

Kedu Raya, slow living, kota slow living di jawa tengah, kota slow living di jawa timur, kota slow living di indonesia, kota slow living, kota slow living di jawa, kedu raya, kedu raya magelang, kedu raya slow living, kedu raya kawasan terbaik untuk hidup tenang, Bukan Yogyakarta atau Solo, Kenapa Kedu Raya Jadi Wilayah yang Cocok untuk Slow Living?

Penilaian Tim Jurnalisme Data Harian Kompas mengenai wilayah yang cocok untuk slow living.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang