Perankan Ayah Korban Penganiayaan, Chicco Jerikho Ungkap Beratnya Syuting Ozora
Chicco Jerikho menggarisbawahi pesan kuat yang dibawa film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel.
Sejak awal, ia menilai karya terbaru Anggy Umbara ini bukan sekadar hiburan, melainkan garda depan dalam menyuarakan isu penyalahgunaan kekuasaan yang masih marak terjadi. Scroll lebih lanjut yuk!
“Menurut aku film ini sangat penting ya. Film ini adalah suara, film ini adalah sebuah harapan. Bahwa kita tidak bisa semena-mena menggunakan kekuasaan,” ujar Chicco Jerikho, dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, baru-baru ini.
Film tersebut menempatkan praktik penyalahgunaan wewenang sebagai sorotan utama. Chicco menilai seni peran punya fungsi strategis sebagai medium kritik sosial, terutama untuk menyinggung pihak-pihak yang merasa tidak tersentuh hukum.
“Film ini simbol perlawanan untuk orang yang abuse of power,” tambahnya.
Chicco mengaku menghadapi beban berat ketika harus memerankan Jonathan, seorang ayah yang menyaksikan putranya koma akibat penganiayaan brutal. Emosi menjadi tantangan terbesar, bukan teknis akting.
"Saya seorang ayah. Saya nggak mengerti gimana perasaannya ketika jadi Jo pada saat itu. Akhirnya saya benar-benar merasakan ketika saya berperan sebagai Jo,” tutur Chicco.
Ia juga membayangkan apa yang terjadi bila kejadian itu menimpa putrinya sendiri, Surinala. Pengalaman membayangkan skenario tersebut membuatnya larut dalam gejolak emosional.
"Rasa itu bukan akting. Saya ngerasa, gimana kalau itu sampai terjadi sama anak saya? Apa yang akan saya lakukan?” ucapnya.
Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel mengambil inspirasi dari kasus nyata: penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap David Ozora, kasus yang mendominasi pemberitaan dan media sosial sepanjang 2023. Film ini menghadirkan narasi yang dekat dengan ingatan publik, sekaligus menegaskan kembali urgensi membahas isu penyalahgunaan kekuasaan.
Sederet aktor lain turut memperkuat film ini, termasuk Muzakki Ramdhan, Erdin Werdrayana, Tika Bravani, Donny Damara, dan Mathias Muchus. Kolaborasi mereka disebut memberikan kedalaman pada dinamika cerita.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel siap menghibur pecinta film dan akan tayang di bioskop Tanah Air pada 4 Desember 2025.